Selama Ramadhan, Dave Laksono Bagikan 8000 Paket Makanan Jelang Buka Puasa untuk Pengemudi Ojol dan Masyarakat

0

JAKARTA (Suara Karya): Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Golkar (FPG) Dave Laksono bersama jajaran pengurus Kosgoro 1957 membagikan 500 box paket buka puasa untuk diberikan kepada supir taksi dan pengemudi ojek online (ojol) di wilayah Jakarta Selatan.

Pembagian paket menu buka puasa itu sebagai bentuk kepedulian Kosgoro 1957 kepada masyarakat yang menjalankan ibadah puasa yang terdampak Covid-19 terutama para pekerja harian.

“Kurang lebih ada 8000 paket makanan berbuka puasa yang akan kami bagikan kepada masyarakat khususnya para pengemudi supir taksi dan ojol selama bulan Ramadhan ini. Aksi ini adalah wujud konsistensi Golkar dan Kosgoro 1957 untuk terus hadir di masyarakat dalam berbagi kebaikan dan menciptakan kebahagiaan pada setiap kegiatannya, termasuk saat Ramadhan dan dalam situasi pandemi Covid-19,” kata Dave Laksono dalam keterangannya usai membagikan paket buka puasa di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (6/5/20).

Ia juga menambahkan, bahwa berbagi dan membantu sesama, nyatanya sudah menjadi kebiasaan bagi orang Indonesia karena sejalan dengan nilai-nilai budaya yang ada di tanah air.

Contohnya, di tengah situasi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, banyak sekali masyarakat Indonesia dari berbagai latar belakang yang berinisiatif menggalang bantuan untuk disalurkan kepada mereka yang membutuhkan.

“Mulai dari parpol, ormas, pengusaha, semua urunan membantu pemerintah dalam penanggulangan Covid-19 ini. Termasuk juga bantuan alat-alat kesehatan kepada tenaga medis yang berjuang di garda terdepan dalam pencegahan virus Corona,” kata Dave Laksono yang juga Wakil Ketua Umum PPK Kosgoro 1957.

Ia juga mengungkapkan Kosgoro 1957 juga mendirikan dapur umum untuk memasak langsung takjil dan paket makanan buka puasa yang dibagikan kepada masyarakat di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Pihaknya sengaja berkeliling membagikan paket makanan berbuka puasa tersebut untuk menghindari kerumunan massa dalam satu titik.

“Sesuai protokol pencegahan Covid-19, kita sebisa mungkin menghindari masyarakat yang berkumpul dalam satu titik. Makanya kami bersama berkeliling satu tempat ke tempat lainnya,” ujarnya. (Pramuji)