Seluruh Jajaran Kosgoro 1957 Diinstruksikan Memenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin

0

MALANG (Suarakarya): Seluruh jajaran pengurus, kader, para calon anggota legislatif (caleg) dan anggota Kosgoro 1957 dari pusat sampai daerah-daerah diinstruksikan untuk memenangkan capres/cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin. Komando pemenangan itu ditegaskan Ketua Umum Pimpinan Pusat Kolektif (PPK) Kosgoro 1957 HR. Agung Laksono dalam pidatonya pada tasyakuran Hari Pahlawan dan HUT Ke-61 Kosgoro 1957 di Malang, Jawa Timur, Sabtu siang (10/11).

Dalam tasyakuran yang diselenggarakan di Ridwan Hisyam Center (RHC) itu, hadir sejumlah pengurus PPK Kosgoro 1957, Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) tingkat provinsi dan kabupaten/kota, serta pengurus Partai Golkar Provinsi Jawa Timur dan kota/kabupaten Malang.

Tokoh-tokoh yang hadir, antara lain, anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar Zainuddin Amali dan HM. Ridwan Hisyam, anggota Dewan Pakar DPP Partai Golkar Harry Salman Sohar, Notrida Mandica, dan Najib Salim Attamimi.

(suarakarya.co.id)

“Kita sebagai Kosgoro 1957 harus memenangkan capres-cawapres yang didukung Partai Golkar. Kita sudah sepakat, kita ikhlas untuk memenangkan capres-cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin,” kata Agung Laksono tegas.

Sebagai ormas pendiri Golkar, Kosgoro 1957 menjadi faktor penting dan strategis dalam kerja politik pemenangan capres-cawapres yang diusung Golkar. Dia mengingatkan bahwa Partai Golkar merupakan partai yang sangat awal sudah menyatakan dukungan kepada Presiden Joko Widodo untuk masa jabatan periode kedua. “Kita konsisten dengan itu,” tutur Agung.

(suarakarya.co.id)

Sejalan dengan pemenangan capres-cawapres itu, segenap jajaran Kosgoro 1957 juga harus bekerja keras memenangkan Partai Golkar dalam pemilu legislatif.

Dalam konteks pemenangan itu, Kosgoro 1957 memiliki tanggungjawab yang besar karena sebagian terbesar dari caleg-caleg Golkar, baik di pusat maupun daerah, merupakan kader-kader yang berasal atau kader-kader gembkengan dari Kosgoro 1957. Hal itu menunjukkan pula bahwa Kosgoro 1957 telah mampu menjalankan peran dan fungsinya sebagai penyedia atau sumber kader-kader andalan bagi Partai Golkar.

(suarakarya.co.id)

Secara psikologis, menurut Agung, kader Kosgoro tidak perlu terpengaruh dan menjadi kurang percaya diri dalam berjuang akibat hasil jajak pendapat yang dilakukan oleh sejumlah lembaga penelitian yang masih menempatkan Golkar pada posisi tengah. “Itu harus justru melecut semangat untuk bangkit, untuk bekerja dan berperilaku lebih baik di masa mendatang,” katanya.

Tidak tertutup, melemahnya posisi Golkar itu karena akibat adanya sejumlah oknum kader partai yang terlibat korupsi. Karena itu, ke depan kader Kosgoro harus berperilaku bersih dan mewarnai Golkar menjadi partai yang bersih.
Agung yakin, dengan kerja keras Golkar akan tetap di posisi papan atas pemenang pemilu. “DPP Golkar telah mematok target menang 18 persen pada Pemilu 2019. Tetapi, saya tekankan, kita perlu menang 20 persen, agar dalam Pemilu 2024 dapat mengusung capres-cawapres sendiri,” katanya.

Sabtu pagi, sebelum acara tasyakuran, diadakan upacara ziarah dan tabur bunga yang dipimpin Agung Laksono di Monumen Pahlawan TRIP Kota Malang. Malam harinya, diselenggarakan pagelaran wayang kulit dengan lakon “Wahyu Topeng Wojo” yang dimainkan oleh dalang Ki Aji Dwi Santoso. Dalam rangkaian kegiatan tasyakuran Hari Pahlawan dan HUT Ke-61 Kosgoro 1957 di Malang itu, anggota DPR HM Ridwan Hisyam bertindak sebagai tuan rumah, bersama dengan jajaran Kosgoro 1957 setempat.

Di sela rangkaian acara Kosgoro 1957 di Malang, Agung Laksono juga sempat menghadiri peresmian Tim Kampanye Daerah (TKD) Pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin di Malang. (Nurhafiz)