Semangat Mahasiswa DKI Jakarta Makin “Membara” Kejar Prestasi Optimal di POMNas XVII Padang

0

JAKARTA (Suara Karya) : Semangat juang mahasiswa yang tergabung dalam kontingen DKI Jakarta semakin menyala, menuju Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNas) XVII di Padang, Sumatera Barat 17 – 26 November 2022.

Dengan menghitung hari dan waktu pelaksanaan, para mahasiswa yang datang dari 34 Perguruan Tinggi di DKI Jakarta melakukan latihan seoptimal mungkin di masing – masing cabang yang akan dipertandingkan di Pekan Olahraga Mahasiswa Terbesar Nasional.

Hal itu yang membuat Sekretaris Umum BAPOMI DKI Jakarta, Del Asri, S.Si., M.Pd. dan Ketua Bidang Pembinaan serta Peningkatan Prestasi BAPOMI DKI Jakarta Drs. Mustara, M.Pd bernafas lega. Dengan semangat juang dan disiplin latihan yang tinggi dari para mahasiswa yang tergabung dalam kontingen DKI Jakarta, dapat dijadikan senjata utama dalam mempertahankan juara umum POMNas yang diukir tahun 2019 dengan mengumpulkan 75 medali emas, 54 perak dan 33 perunggu.

Menjadi juara umum di Pekan Olahraga Mahasiswa yang digelar di Padang 17 – 26 November 2022 menjadi dambaan para mahasiswa yang ada di DKI Jakarta. Begitu juga masyarakat yang tidak mau kalah siap mendukung perjuangan para mahasiswa melalui Do’a, agar kontingen DKI Jakarta berhasil mempertahankan juara umum di luar Pulau Jawa.

DKI Jakarta yang dijadikan sebagai “Baro Meter” prestasi Olahraga Nasional tampaknya tidak berlebihan bila semua stakeholder dan masyarakat ibu kota menginginkan kontingen POMNas DKI Jakarta kembali tampil sebagai juara umum di Padang.

Hal itu tentunya menjadi cambuk dan tantangan para mahasiswa dan mahasiswi dari 14 cabang olahraga yang akan dipertandingkan di POMNas. Sejak terpilih masuk kontingen DKI Jakarta para mahasiswa sudah melakukan persiapan dengan latihan seoptimal mungkin.

Sebanyak 14 cabang olahraga yang akan dipertandingkan di POMNas adalah atletik, renang, petanque, panjat tebing, futsal, bola basket, sepak takraw, bola voli, bulutangkis, tenis lapangan, karate, pencak silat, tarung derajat dan taekwondo. Tentunya setiap cabang sudah mempunyai target tersendiri setelah para pelatih mengevaluasi kekuatan sendiri dan pesaing ketat datang dari suatu daerah yang juga tampil di POMNas nantinya.

Kendati para atlet atau mahasiswa datang dari 34 Perguruan Tinggi yang ada di DKI Jakarta, namun ketika sudah masuk kontingen tentunya sudah mempunyai satu visi dan misi yaitu membela nama bendera Ibu Kota DKI Jakarta. Dari sinilah diutamakan satu kesatuan yang kuat dalam mengharumkan nama Jakarta dihadapan kontingen yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Dari jumlah atlet atau mahasiswa yang memperkuat kontingen DKI Jakarta, Universitas Negeri Jakarta menerjunkan 99 mahasiswa putra dan putri, diikuti Universitas Trisakti 24 mahasiswa, Institut Keuangan dan Perbankan Perbanas 17 mahasiswa, dan Universitas Budi Luhur 12 mahasiswa. Begitu juga 30 Perguruan Tinggi lainnya yang ada di Jakarta turut mengirim para mahasiswanya memperkuat kontingen DKI Jakarta.

Besarnya jumlah mahasiswa yang datang dari UNJ di dukung dari Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) dengan berbagai Prodi di cabang olahraga. Hal itu yang membuat kontingen DKI Jakarta mempunyai kekuatan cukup dahsyat disetiap multi event yang diikutinya. Tampaknya juga tidak salah, bila masyarakat menginginkan kontingen DKI Jakarta selalu keluar sebagai juara umum disetiap multi event “Akbar” Olahraga Mahasiswa Nasional. Semoga! ! ! (Warso)