Sempat Terpuruk 2017, UNJ Kini Raih Akreditasi Unggul

0

JAKARTA (Suara Karya): Universitas Negeri Jakarta (UNJ) berhasil meraih status akreditasi Unggul. Keberhasilan itu menandai kebangkitan UNJ yang sempat terpuruk tiga tahun lalu.

“Ketika akreditasi UNJ diturunkan dari A ke B pada 2017 lalu, pastilah kami semua bersedih. Karena penurunan itu tak hanya berdampak pada kampus, tetapi juga mahasiswa,” kata Rektor UNJ, Komaruddin dalam keterangan pers, di Jakarta, Jumat (5/2/21).

Perolehan status akreditasi Unggul sebenarnya sudaj diketahui Rektor Komaruddin sejak 2 Februari 2021. Namun, surat keputusan (SK) resmi baru diperolehnya pada Kamis (4/2/21).

“Melihat surat keputusan itu, rasanya mau menangis. Karena kerja keras semua unit dalam tiga tahun terakhir ini terbayarkan,” tutur Komaruddin yang dalam kesempatan itu didampingi jajaran pimpinan di lingkungan kampus UNJ.

Agar tak lalai di masa depan, Komaruddin menambahkan, pihaknya melakukan penataan hampir di segala bidang, mulai dari regulasi, sistem informasi hingga tata kelola teknis. Jadi, saat kampus butuh bebagai dokumen bisa dicari melalui dashboard.

“Dalam pemeringkatan Webometric, UNJ ada di posisi ke-58. Seharusnya peringkat UNJ bisa lebih baik lagi, jika tim sistem informasi UNJ bekerja lebih keras lagi. Karena masih banyak data yang belum terupdate dalam sistem Webometric,” ucapnya.

Sementara itu, di pemeringkatan yang dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) 2020, posisi UNJ berada di urutan ke-28. Komaruddin yakin posisi UNJ akan terkerek secara alami lewat perolehan status akreditasi unggul tersebut. Apalagi jika usaha itu dibarengi dengan mengejar kriteria lain.

“Setelah pencapaian akreditasi ini, soliditas akan terus ditingkatkan. Komponen internal dan eksternal harus kompak. Apa yang dinilai oleh asesor, harus kita wujudkan dalam kehidupan nyata,” ucapnya.

Komarddin menambahkan, perolehan akreditasi unggul akan menjadi modal bagi UNJ untuk menjadi kampus terbaik di Indonesia. Target jangka panjang adalah bagaimana menjadikan UNJ sebagai kampus bereputasi di kawasan Asia.

Ditanyakan saat akreditasi UNJ turun apakah mempengaruhi minat mahasiswa untuk mendaftar, Komaruddin menegaskan, jumlah peminat ke UNJ masih tetap tinggi. Malah kampus yang melakukan pengurangan daya tampung agar lebih mudah dan cepat dalam perbaikan.

“Pengaruhnya justru ke program beasiswa di jenjang pascasarja a. Ada satu lembaga yang memutuskan kerja sama setelah penurunan akreditasi itu,” tuturnya. (Tri Wahyuni)