Setelah DKI, Menkes Kini Tetapkan Status PSBB Lima Kota di Jabar

0

JAKARTA (Suara Karya): Setelah DKI Jakarta, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto kembali menerapkan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jawa Barat. Namun, status PSBB hanya di 5 kota dengan kasus corona virus disease (covid-19) tertinggi yaitu Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Depok serta Kabupaten dan Kota Bekasi.

“Penetapan status itu diberikan merujuk pada peningkatan kasus corona virus disease (covid-19) di Jawa Barat, terutama di 5 kota dalam sepekan terakhir ini,” kata Terawan di Gedung Kemkes, Kuningan Jakarta, Sabtu (11/4/20).

Penetapan status PSBB itu ditandatangani pada 11 April 2020 melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/248/2020. Penetapan PSBB di 5 wilayah di Jabar guna percepatan penanganan kasus covid-19.

“Status PSBB baru diberikan setelah kami melakukan kajian epidemiologi dan pertimbangan kesiapan daerah dalam aspek sosial, ekonomi serta aspek lainnya. Jika dinilai layak, maka status PSBB langsung kami setujui,” tuturnya.

Terawan meminta pemerintah daerah dengan berstatus PSBB untuk segera menerapkan mekanisme dalam PSBB dan secara konsisten mendorong serta menyosialisasikan pola hidup bersih dan sehat kepada masyarakatnya.

“Penerapan PSBB di Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Depok, serta Kabupaten dan Kota Bekasi dilaksanakan selama masa inkubasi terpanjang dan dapat diperpanjang jika masih terdapat bukti penyebaran,” kata Menkes Terawan menandaskan.

Untuk daerah dengan status PSBB, Menkes menambahkan, pemerintah daerah harus melakukan peliburan sekolah, tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan, kegiatan di tempat atau fasilitas umum, kegiatan sosial dan budaya, moda transportasi, kegiatan khusus terkait pertahanan dan keamanan.

Ditambahkan, pengecualian peliburan tempat kerja diberikan bagi kantor atau instansi tertentu yang memberikan pelayanan terkait pertahanan dan keamanan, ketertiban umum, kebutuhan pangan, bahan bakar minyak dan gas, serta pelayanan kesehatan. (Tri Wahyuni)