Seusai Sparing di Manokwari, Enam Petinju Pelatnas Refresing ke Mansinam

0

JAKARTA (Suara Karya) : Seusai melaksanakan tugas dan latih sparing di Manokwari, Papua Barat, keenam petinju yang digodok di Pelatnas menuju Olimpiade Tokyo melakukan refresing ke Gunung Botak dan Pulau Mansinam.

“Semangat para petinju tetap menyala selama refresing, meski sebelumnya melakukan latihan intensif dan sparing melawan petinju Pelatda Papua Barat. Kondisi ceria harus tetap terjaga guna menjaga kondisi kesehatan selama mengikuti Pelatnas untuk menghasilkan prestasi optimal,”tegas Pelatih Tinju Nasional, Hermensen Ballo via sambungan telepon dari Mansinam, Papua Barat, Minggu 1/2020).

Ballo menjelaskan, para petinju merasa terima kasih diberikan refresing ke Pulau Mansinam yang menurutnya pertama kali Injil pertama kali mendarat. Dengan refresing, para petinju juga mengetahui cerita Pulau Mansinam yang dikenal di Pulau Papua Barat.

Sementara, saat melakukan sparing sehari sebelum refresing, petinju nasional menunjukkan kelasnya sebagai petinju yang dipromosikan ke Olimpiade menghadapi petinju Pelatda Papua Barat di Manokwari, Sabtu (21/11/2020). Semua itu terpantau saat melakukan serangan maupun bertahan yang diimbangi dengan stamina yang matang.

“Saat melakukan serangan jab maupun uper-cut petinju Pelatnas Olimpiade sudah lebih cepat. Kendati begitu harus melakukan latihan intensif agar lebih bagus lagi,”jelas Pelatih Pelatnas Hermensen Ballo.

Ballo berharap, keenam petinju yang ditempa memiliki semangat tarung dan diimbangi dengan mental juang yang tinggi pula. Melalui strategi itu ia optimis keinginan meraih tiket ke Olimpiade lewat kejuaraan tinju dunia akan tercapai.

Melakukan latih tanding Sabtu (21/11/2020) sore di kelas ringan, Ruswatun Hasanah berhadapan lawan Adela Urbinas dan Yamina Babingga bergantian. Aldim Suguro di kelas terbang bertemu Felix Hengzt, Luky Hari di kelas bantam lawan Philip Marino, Jill Mandagie di kelas bantam menghadapi Alfitra Bissi, Farrand Papendang turun di kelas welter ringan melawan Sampuadi dan Maikel Muskita di kelas menengah lawan Omnisimus dan Philip Marino. (Warso)