Siapkan SDM Unggul, Presiden Dukung Pelaksanaan Program MBKM

0

JAKARTA (Suara Karya): Presiden Joko Widodo menyatakan dukungan terhadap kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Hal itu disampaikan dalam acara Dies Natalies ke-46 Universitas Sebelas Maret (UNS) di Surakarta, Jumat (11/3/22).

Presiden menegaskan, perubahan zaman yang semakin cepat harus diimbangi dengan program pendidikan yang cepat pula. Selain didukung riset yang sesuai dengan tantangan zaman. Menghadapi perubahan dunia yang tidak dapat diprediksi, SDM Indonesia harus cepat beradaptasi dan menangkap peluang.

“Program Kampus Merdeka dengan dana padanan (matching fund) akan mendukung perubahan cepat dalam dunia pendidikan. Saya senang sekarang mahasiswa bisa belajar di industri selama satu semester. Artinya industri telah menjadi bagian dari universitas,” ucap Presiden Jokowi.

Dana padanan adalah dukungan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) untuk menciptakan kolaborasi dan sinergi strategis antara perguruan tinggi dan industri. Dana padanan itu menjadi salah satu nilai tambah atas kolaborasi dari kedua belah pihak melalui platform Kedaireka.

Dukungan matching fund diprioritaskan untuk kolaborasi yang berkontribusi terhadap pencapaian 8 Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi yang ditetapkan Kemdikbudristek. Kedelapan IKU itu adalah lulusan pendidikan tinggi mendapat pekerjaan yang layak; mahasiswa sapat pengalaman di luar kampus; dan dosen berkegiatan di luar kampus.

Selain itu, praktisi mengajar di dalam kampus; hasil kerja dosen berguna bagi masyarakat dan diakui internasional; program studi kampus bekerja sama dengan mitra kelas dunia; kelas bersifat kolaboratif dan partisipatif; serta program studi berstandar internasional.

Untuk meraih kesempatan mendapatkan matching fund, perguruan tinggi dapat mengajukan proposal tambahan setelah kolaborasi dengan industri terlaksana. Informasi selengkapnya, masyarakat dapat mengakses https://kedaireka.id/.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim dalam kesempatan yang sama menyambut baik dukungan Presiden tersebut. “Kita ingin Indonesia tak hanya mengejar ketertinggalan, tapi bisa menjadi contoh bagi pendidikan di dunia yang akan dibahas dalam 10 tahun mendatang,” ujarnya.

Nadiem menyebut, pada 2020 ada 12 ribu mahasiswa mengikuti program magang dan studi independen bersertifikat (MBSI). Tahun ini, jumlahnya ditingkatkan menjadi 50 ribu mahasiswa. Ditargetkan, sekitar 500 organisasi dan industri akan membuka lowongan pekerjaan.

Kampus Merdeka juga menawarkan program beasiswa pertukaran mahasiswa ke luar negeri atau Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA). Program itu memberi kesempatan untuk mahasiswa berkuliah selama enam bulan di luar negeri.

Program lainnya adalah pertukaran mahasiswa dalam negeri, di mana mahasiswa akan kuliah di kampus lain di luar daerahnya, untuk memperluas wawasan dan pengalamannya serta menambah kecintaan terhadap budaya Indonesia.

Berbagai program MBKM yang telah berjalan diharapkan dapat memicu program serupa untuk dilaksanakan di tingkat lokal. Mendikbudristek menilai, banyak universitas memiliki potensi besar untuk berinovasi.

“Kami mendorong masing-masing kampus membuat program-program MBKM-nya sendiri. Ini menjadi kesempatan universitas di daerah untuk berkolaborasi dengan banyak industri lokal yang bisa mendukung kegiatan magang, studi independen, riset, dan lain-lain,” ungkapnya.

Ditambahkan, pemerintah pusat hanya bisa mengawali dengan langkah kecil. Sementara, potensi MBKM ini tidak terbendung. Potensi yang lebih besar bisa dilakukan masing-masing universitas dengan menciptakan program sendiri untuk mahasiswa.

Acara tersebut juga dihadiri Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Dalam orasi ilmiahnya, ia mengemukakan, Indonesia harus optimis bangkit dari krisis dengan prestasi, bukan yang biasa-biasa saja.

“Kita harus optimis bahwa badai akan berlalu. Ke depan masih akan ada badai dan tantangan yang akan kita hadapi, kita harus selalu siap,” ucap Menkeu.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Joko Widodo meresmikan Gedung UNS Tower Ki Hadjar Dewantara dan Gedung Universitas Sebelas Maret di Kabupaten Madiun.

Saat menandatangai prasasti, Presiden didampingi Mendikbudristek, Menkeu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Rektor UNS Jamal Wiwoho,l dan Ketua Senat Akademik UNS Adi Sulistiyono.

Pembangunan Gedung UNS Tower mulai dikerjakan sejak 28 Mei 2021 dan selesai pada 31 Desember 2021. UNS Tower berdiri di atas lahan seluas 5.000 meter persegi dan memiliki 11 lantai. Selain untuk perkantoran, UNS Tower dilengkapi sarana olahraga yang lengkap, kolam renang, gedung konferensi internasional, kantor, pusat bisnis, serta ruang-ruang yang bisa disewakan. (Tri Wahyuni)