Sisi Positif Pandemi, Percepat Penerapan Pembelajaran Daring di Perguruan Tinggi!

0
Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti), Kemdikbud, Nizam dalam peluncuran buku berjudul 'Potret Pendidikan Tinggi di Masa Covid-19' di Jakarta, Selasa (11/8/20).(Suarakarya.co.id/Tri Wahyuni)

JAKARTA (Suara Karya): Pandemi corona virus disease (covid-19) tak melulu memberi dampak negatif, tetapi juga bisa positif. Hal itu terlihat pada penerapan pembelajaran daring di perguruan tinggi. Sejak dinyatakan pandemi 6 bulan lalu, pembelajaran daring langsung melonjak hingga 98 persen di perguruan tinggi.

“Jika dulu hanya dianggap pemanis agar kampus dianggap melek teknologi, kini pembelajaran daring diadaptasi hingga 98 persen kampus di Indonesia,” kata Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti), Kemdikbud, Nizam dalam peluncuran buku berjudul ‘Potret Pendidikan Tinggi di Masa Covid-19’ di Jakarta, Selasa (11/8/20).

Nizam menjelaskan, pembelajaran daring sebenarnya bukan hal baru bagi perguruan tinggi di Indonesia. Model pembelajaran daring tidak digeluti secara serius, karena dianggap belum perlu. Sehingga model perkembangan pembelajaran daring di kampus berjalan sangat lambat.

“Ketika pandemi covid-19 masuk Indonesia, baru kampus melihat lagi pembelajaran daring. Sempat menurun di awal pandemi, produktivitas kampus kini terus meningkat. Tak pernah terbayangkan sebelumnya, transformasi digital pada pendidikan terjadi dalam waktu singkat, yaitu dibawah 6 bulan,” ujarnya.

Diakuinya, pembelajaran daring tidak bisa mengganti sepenuhnya pembelajaran tatap muka. Namun, pembelajaran daring yang terus meluas di Tanah Air, akan semakin memperkuat penyelenggaraan pendidikan tinggi di Indonesia.

Nizam mengaku senang atas keberadaan buku setebal 377 halaman tersebut. Buku berisi kumpulan praktik berbagai kampus di masa pandemi itu menunjukkan jika produktivitas perguruan tinggi tetap stabil selama pandemi.

“Proses pembelajaran jarak jauh yang sebelumnya hanya menjadi pemanis dan alternatif pembelajaran saja, kini sudah diadaptasi 98 persen perguruan tinggi di Indonesia. Inilah transformasi digital dengan hasil yang luar biasa,” kata Nizam menegaskan.

Dirjen Dikti juga mengaku bangga atas inovasi para dosen terkait penanganan covid-19 seperti ventilator dan alat kesehatan buatan kampus serta pemikiran dan pengalaman dosen dalam menjalani pembelajaran daring. Hal itu akan dianggap sebagai semangat bela negara yang tinggi.

Buku “Potret Pendidikan Tinggi di Masa Covid-19” menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi media. Sebagai pembahas atau pembedah buku adalah Ibnu Hamad dari Universitas Indonesia dan wartawan senior Kompas Ester Napitupulu, penulis buku Zainal Hasibuan serta Tian Belawati sebagai editor buku.

Tiga buku lain yang juga diluncurkan dalam kesempatan yang sama adalah
Penelitian dan Inovasi Perguruan Tinggi di Masa Pandemi Covid-19, Pembelajaran Perguruan Tinggi dan Implementasi Merdeka Belajar di Masa Pandemi Covid-19, serta Pengabdian Perguruan Tinggi di Masa Pandemi Covid-19. (Tri Wahyuni)