Siswa SD Kartika Medan jadi “Bintang” Pekan Pendidikan dan Kebudayaan 2019

0

MEDAN (Suara Karya): Tiga siswa dari Sekolah Dasar Kartika 1-1 Medan menjadi “bintang” pada Pekan Pendidikan dan Kebudayaan (PPK) yang digelar di Pusat Pengembangan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Medan, Selasa (30/4/2019).

Bahkan Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Supriano terpikal-pikal ketika tiga siswa, yakni Richard Marcoviuslaoli, Bagus Ilyas Perdana dan Nasbi Auliyah membacakan puisi dengan cara yang unik.

Puisi berjudul “Puisi Berantai: Antara Pecinta, Pejuang dan Penjual Telur” dibacakan secara bergantian, sehingga tercipta kata yang tidak nyambung di akhir kalimat namun terdengar lucu. Masing-masing anak membaca puisi bagiannya dengan tema berbeda antara pecinta, pejuang dan penjual telur.

Puisi itu diciptakan sendiri oleh Kepala SD Kartika 1-1 Medan, Rahmat Siswanto. Puisi yang diciptakan pertama kali tahun 2015 itu, terus dikembangkan hingga menjadi puisi yang tidak nyambung, namun memiliki ritme yang menarik.

“Saya senang karena Richard, Bagus dan Nasbi dapat membawakannya dengan menarik. Sehingga hadirin banyak yang tergelak mendengarnya,” kata Rahmat seraya menambahkan ketiga siswa itu duduk di kelas 4 dan 5.

Rahmat menambahkan, pihaknya melihat kemampuan berseni ketiga siswanya itu. Tanpa ragu ketiga siswa itu kemudian dilatih, meski waktu yang ada hanya 4 hari.

“Saya takut anak jadi grogi atau demam panggung, sehingga bicaranya tak lancar. Tapi ketakutan itu tak terjadi. Malah mereka bicara sangat lantang,” ujar Rahmat dengan nada bangga.

Dirjen GTK Kemdikbud Supriano menyatakan kekagumannya pada ketiga siswa tersebut. Meski kata yang dibacakan terdengar lucu, siswa tetap terlihat tenang dan lantang.

“Biasanya anak suka tidak bisa menahan tertawa jika menemukan sesuatu yang lucu, tetapi mereka tetap tenang. Kami harap sekolah bisa mendorong sekaligus memfasilitas talenta siswa baik pada olahraga, seni atau bidang lainnya,” kata Supriano yang lalu mengajak foto ketiga siswa tersebut. (Tri Wahyuni)