Siswanya Makin Pintar, Bupati Siak Beri Apresiasi Tanoto Foundation

0

JAKARTA (Suara Karya): Bupati Siak, Alfedri memberi apresiasi kepada Tanoto Foundation atas penerapan Program Pintar dan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) di sejumlah sekolah dan madrasah mitra di Kabupaten Siak. Karena, ia melihat ada kemajuan pendidikan di wilayahnya dalam satu tahun terakhir ini.

“Melihat hasil karya siswa dalam acara unjuk karya praktik baik, saya optimis kualitas pendidikan di Kabupaten Siak akan semakin baik di tahun-tahun mendatang,” kata Alfredi saat membuka kegiatan tersebut di Siak Sport Hall, Kabupaten Siak, Riau, Rabu (9/10/2019).

Alfredi juga berharap, jumlah sekolah mitra dalam program Pintar di Siak diperbanyak. Sehingga makin banyak sekolah menerapkan program Pintar, yang dampak jangka panjangnya pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Siak.

“Saya lihat banyak sekali karya siswa yang ditampilkan dalam unjuk karya praktik baik hari ini. Ini prestasi yang luar biasa. Karena itu, kami harap cakupan wilayah kerja dan jumlah sekolahnya diperluas,” ucapnya.

Unjuk karya praktik baik (showcase) Program Pintar (Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran) yang digelar Tanoto Foundation diikuti 24 sekolah yang diikuti 18 SD/MI dan 8 SMP/MTs. Kegiatan itu melibatkan 300 guru, kepala sekolah, komite sekolah dan pengawas sekolah di Kabupaten Siak.

Dalam unjuk karya praktik baik itu dipamerkan berbagai hasil kreativitas guru dan siswa di sekolah, sebagai hasil dari pembelajaran sehari-hari. Misalkan, karya siswa SDN 09 Teluk Merempan yang menunjukkan energi alternatif dari buah lokal bernama Berembang yang banyak ditemukan di tepi sungai Siak.

Dari tiga buah Berembang, ternyata bisa menyalakan lampu LED 6 watt sekitar 5 menit. Sementara Siswa SDN 01 Benteng Hulu memamerkan cara kerja paru-paru dalam sistem pernafasan manusia.

Hasil karya siswa SMP dan MTs juga tidak kalah menariknya. Siswa SMPN 1 Sungai Apit Siak menunjukkan cara kerja Hukum Pascal lewat hidrolik sederhana. Siswa SMPN 2 Siak memperlihatkan proses bioteknologi dalam pembuatan yogurt.

Direktur Program Pintar, Stuart Weston menyatakan karya siswa yang dipamerkan merupakan hasil dari pelatihan dan pendampingan pada Program Pintar sejak September 2019. Hasil karya itu bisa dilihat sekolah dan madrasah nonmitra agar menjadi inspirasi praktik baik bagi mereka.

“Kami percaya, pendidikan berkualitas akan mempercepat kesetaraan peluang,” katanya.

Sementara itu, Kasubdit Peningkatan Kompetensi dan Kualifikasi, Direktorat Pembinaan Tenaga Kependidikan, Kemdikbud, Ferry Yulmarino menyatakan, Program Pintar sejalan dengan program pemerintah. Karena, ia bisa melihat ada peningkatan kualitas pembelajaran, jika kepala sekolah yang didukung para guru melakukan perubahan.

“Program Pintar sejalan dengan program zonasi yang diterapkan pemerintah dua tahun lalu. Peningkatan kualitas guru dan kepala sekolah dilakukan berdasarjan zonasi,” ujarnya.

Karena itu, ia berharap, Program Pintar bisa diperluas dan diduplikasi oleh sekolah-sekolah lainnya di Indonesia. Dengan demikian, makin banyak anak Indonesia bisa menikmati pembelajaran berkualitas. (Tri Wahyuni)