Smesco Lakukan Soft Re-launching Pasar UKM Online

0

JAKARTA (Suara Karya): Tingginya minat masyarakat untuk berbelanja secara online, tidak lepas dari pertumbuhan dan maraknya toko online maupun berbagai jenis bisnis secara online. Bahkan, para pengguna internet mayoritas memilih transaksi secara online ketimbang harus repot berbelanja ke pasar atau mal.

Untuk menjawab fenomena tersebut, Smesco Indonesia berupaya memperkuat pemasaran produk-produk unggulan dari koperasi dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) melalui online atau e-commerce.

Kepala Bagian Layanan Bisnis E-Commerce Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi & UKM (LLP-KUKM) Smesco Indonesia, Ida Bagus Putera mengatakan bahwa pihaknya melakukan re-launching e-commerce, sebagai upaya meningkatkan layanan pemasaran produk-produk unggulan UKM yang dilakukan Smesco Indonesia.

“Setidaknya, kami akan menawarkan dua konsep dalam layanan pemasaran. Yakni secara online dan offline. Kita bisa lihat di lantai 1 dan 2 gedung Smesco Indonesia yang sudah berganti muka jadi ruang produk Pavilion Provinsi yang sebelumnya Galeri Indonesia,” ujar Ida Bagus Putera, dalam paparannya saat dilakukan penandatangan kerja sama (MoU) antara Smesco Indonesia dengan House of Indonesia Sydney, di gedung Smesco Indonesia, Jakarta, Selasa (11/12/2018).

Dia mengatakan, dalam website smescoindonesia.com, setidaknya ada 8 kategori produk yang bisa dimanfaatkan para pelaku UKM untuk memasarkannya secara online. Yakni, kerajinan tangan, makanan, minuman, pakaian Bali, perhiasan, asesoris, produk herbal, tas, sepatu, terakhir tenun dan songket.

“Jadi di sini yang diperlukan adalah kemasan yang lebih menarik untuk ditampilkan di Smesco Indonesia untuk pasar Australian lebih mengutamakan kemasan. Kapasitas produksi juga harus diperhatikan karena ini menyangkut online, jadi faktor kepercayaan yang harus ditingkatkan untuk melihat pitensi ini,” katanya menambahkan.

Sementara itu, Direktur Utama LLP-KUKM, Emilia Suhaimi menyatakan kesiapannya memasarkan produk-produk unggulan yang di-display di Smesco untuk dipasarkan secara online.

“Kami tidak ingin melewatkan peluang bisnis melalui jaringan internet tersebut. Kami akan terus memperkuat pelayanan e-commerce,” ujar Emilia, usai penandatanganan MOU.

Terkait dengan itu, pihaknya telah memiliki platform bisnis marketplace yang dapat dimanfaatkan oleh para pelaku KUMKM untuk mendaftar menjadi merchant. “Produk yang telah menjadi member www.smescoindonesia.com akan kami perluas pasarnya melalui kerja sama yang kami lakukan dengan marketplace lainnya,” ujar Emilia menambahkan.

Secara kelembagaan, ujar Emilia, Kementerian Koperasi dan UKM juga memiliki badan layanan umum atau lembaga teknis yang bertugas untuk mempromosikan dan memasarkan produk KUMKM dari seluruh Indonesia.

Menurut Emilia, di Smesco, terdapat sekitar 2.000 pelaku KUMKM dengan 53.000 item produk yang telah menjadi mitra untuk dapat dilayani melalui tiga lingkup bisnis, yaitu penjualan ritel, online (e-commerce), dan pasar ekspor.

Melihat potensi ekonomi digital tersebut, kata Emilia, Kementerian Koperasi dan UKM serta Smesco Indonesia terus mendukung pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung bisnis pelaku koperasi dan UMKM. (Gan)