SMP Labschool Jakarta, Terapkan Merdeka Belajar di Sekolah

0

JAKARTA (Suara Karya) : Memberikan pengalaman belajar menyenangkan, menantang dan bermakna, berbagai cara dilakukan SMP Labschool Jakarta dalam rangka memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, menantang dan bermakna.

“Pembelajaran yang dilakukan untuk memberikan bekal kehidupan yang baik serta membentuk pribadi dan karakter yang unggul bagi peserta didik. Selain itu tentunya untuk dapat membentuk pribadi yang sesuai dengan profil pelajar Pancasila, ” tegas Asdi Wiharto selaku kepala sekolah di Jakarta, kemarin.

Sekolah yang berlokasi di bilangan Rawamangun itu katanya, mengemas kegiatan usai pekan sumatif tengah semester pertama di Oktober 2022 dengan kegiatan projek merdeka belajar. Mulai dari kelas 7 hingga kelas 9, dilakukan kegiatan pembelajaran yang berbeda dari hari biasanya.

SMP Labschool Jakarta dalam dua tahun ini telah menerapkan Kurikulum Merdeka, karena sekolah telah dinyatakan lolos sebagai sekolah merdeka di Angkatan pertama bersama 2500 sekolah se-Indonesia. Dengan demikian kelas 7 dan 8 telah menerapkan Kurikulum Merdeka sedangkan kelas 9 masih menggunakan Kurukulum 2013.

Salah satu implementasi kegiatan dalam Kurikulum Merdeka adalah kegiatan Penguatan  Proyek Profil   Pelajar Pancasila (Propela) dengan elemen Gotong Royong, Kreatif dan Berkebinekaan Global. Kelas 7 melakukan kegiatan Wisata Edukasi dengan mengambil Tema “Kearifan Lokal” belajar di Museum Betawi yang terdapat di kawasan Situ Babakan, Jakarta Selatan.

Siswa diajak mengenal Kearifan Lokal Betawi, budaya dan kesenian Betawi serta kuliner khas betawi. Siswa dikenalkan juga bagaimana cara membuat makanan dan minuman khas Betawi seperti Bir Pletok, Kembang Goyang serta makanan Kerak Telor. Siswa juga mengenal busana khas betawi dan ondel-ondel serta tarian dan alat musik Betawi. Usai kegiatan ini, siswa akan mempresentasikan dan mendemonstrasikan hasil kunjungannya dengan kelompoknya masing-masing di sekolah dengan disaksikan siswa dan orangtua.

Menurutnya, kelas 8 ada kegiatan Invita (Industrial Visit dan Tafakur Alam) siswa diajak untuk menjelajah Jogjakarta, dengan menggunakan kereta api berangkat dari stasiun Gambir ke stasiun Tugu Jogjakarta. Di Jogjakarta mereka belajar tentang Kearifan Lokal Masyarakat Jogjakarta dan sekitarnya.

Siswa belajar bagaimana proses pembuatan gula di Pabrik Gula Madukismo, Belajar Membatik, Belajar tentang sejarah di Candi Borobudur dan wisata kuliner khas Jogjakarta yaitu Bakpia dengan cara melihat proses pembuatannya. Selama lima hari perjalanan, siswa juga menerapkan ilmu dari pelajaran agama dengan praktik tayamum serta mempraktikkan jama qasar di perjalanan. Tidak kalah menariknya siswa juga dapat menikmati keindahan alam Jogjakarta seperti Tebing Breksi, Heha Sky View dan Jalan-jalan menelusuri Malioboro yang eksotik dan melegenda.

Seusai kegiatan itu katanya, siswa juga diwajibkan untuk membuat laporan terkait Proyek penguatan profil pelajar Pancasila (propela) melalui pembuatan video dan laporan yang diunggah melalui Padlet. Kegiatan ini juga akan dirayakan dalam momen pembagian rapor tengah semester yang akan disaksikan oleh murid, orangtua murid serta civitas sekolah. Elemen Propela  yang dikembangkan dalam kegiatan ini adalah berpikir kritis, kreatif, gotong royong dan beriman dan bertakwa serta akhlak mulia.

Asdi Wiharto lebih jauh menyampaikan bahwa tidak kalah menariknya, untuk siswa kelas 9 yang masih menggunakan Kurukulum 2013 juga diberikan menu yang tak kalah seru. Kegiatan yang diracik tiga hari dalam kemasan Career Day dan Achievement Motivation Training (AMT) memberikan wawasan karir bagi siswa dalam menempuh tangga kesuksesannya.

Career Day ini menghadirkan tokoh pendidikan Prof. Dr. Arief Rachman, pakar kesiswaan Yudhi Rochman, M.Pd., serta alumni-alumni baik yang duduk di SMA ataupun di Perguruan Tinggi.  Satu tokoh karier yang diundang khusus dari alumni adalah Dazen Vrilla sosok Jurnalis dan presenter TV yang terkenal. Mereka memberikan sharing pengalaman dan kiat-kiat sukses sedari pelajar hingga bisa eksis sampai sekarang.

Motivasi berprestasi (AMT) diberikan oleh motivator nasional bapak Aris Ahmad Jaya, M.M. dan ibu dr. Aisah Dahlan. Agar suasana lebih kondusif dan memberikan suasana yang berbeda maka kegiatan ini dilakukan di sebuah resort kawasan Bogor. Harapannya siswa dapat menikmati stay cation dan healing sejenak sambil mendapatkan motivasi dan spirit yang baik dari para pakar.

Dalam kesempatan ini juga menurut Ibu Ropingah selaku ketua panitia, setiap siswa akan mendapatkan surat khusus dari orangtua masing masing yang berisi motivasi dan harapan orangtua kepada putra-putrinya. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan siswa lebih memiliki dorongan yang kuat dari dalam untuk meraih sukses dengan belajar lebih giat dan lebih bertanggungjawab, sehingga cita-cita yang telah dicanangkan akan dapat mudah tercapai, pungkasnya. (Warso)