SNMPTN 2021 Dibuka, Sekolah Diminta Hanya Isi Data Siswa ‘Eligible’

0
Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Mohammad Nasih. (Suarakarya.co.id/Tri Wahyuni)

JAKARTA (Suara Karya): Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2021 resmi dinyatakan dibuka. Pihak sekolah diminta segera menetapkan siswa ‘eligible’ atau yang berhak ikut seleksi sesuai perhitungan status akreditasi sekolah.

“Pelaksanaan SNMPTN 2021 diawali dengan registrasi di akun LTMPT melalui laman https://portal.ltmpt.ac.id pada 4 Januari-1 Februari,” kata Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Mohammad Nasih dalam keterangan pers secara virtual, Senin (4/1/21).

Rektor Universitas Airlangga Surabaya itu menjelaskan, sekolah harus menetapkan sendiri pemeringkatan siswa ‘eligible’ atau berhak ikut dalam SNMPTN. Pemeringkatan itu mempertimbangkan nilai tiga mata pelajaran utama yaitu matematika, bahasa Indonesia, bahasa Inggris dan tambahan mata pelajaran untuk masing-masing jurusan.

“Mata pelajaran tambahan untuk jurusan IPA adalah kimia, fisika dan biologi. Sedangkan kelas IPS adalah sosiologi, ekonomi dan geografi,” ujarnya.

Di kelas bahasa, lanjut Nasih, mata pelajaran tambahan adalah sastra Indonesia, anthropologi dan salah satu bahasa asing. Sementara jenjang SMK, selain tiga mata pelajaran utama, ada tambahan penilaian pada kompetensi keahlian.

Besaran kuota siswa eligible, menurut Nasih, telah disampaikan ke masing-masing sekolah oleh pihak LTMPT. Jadi sekolah tinggal mengisi data siswa sesuai dengan jumlah kuota yang ditetapkan.

Ditambahkan, untuk sekolah berakreditasi A, maka siswa eligible sebanyak 40 persen dari yang terbaik, B sebesar 25 persen dan C sebesar 5 persen. “Kami minta sekolah untuk membuat peringkat siswa sendiri dan mengisi data sesuai kuota, agar kerja LTMPT jadi lebih efisien dan efektif,” ucapnya.

Terkait waktu pelaksanaan, Nasih menjelaskan, penetapan siswa eligible dibuka mulai hari ini, 4 Januari hingga 8 Februari 2021. Selanjutnya, sekolah diminta mengisi data siswa eligible di Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) mulai 11 Januari-8 Februari 2021.

“Data siswa yang digunakan untuk proses seleksi ini menggunakan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dan Education Management Information System (EMIS) milik Kementerian Agama,” ujarnya.

Untuk pendaftaran SNMPTN ditetapkan pada 15-24 Februari 2021. Pengumuman hasil SNMPTN dijadwalkan pada 22 Maret dan pendaftaran ulang peserta lolos SNMPTN lihat di laman PTN penerima masing-masing.

Untuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2021 diawali dengan Registrasi Akun LTMPT untuk Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) SBMPTN pada 7 Februari-12 Maret 2021. Pendaftaran UTBK dan SBMPTN pada 15 Maret-1 April.

Pelaksanaan UTBK dilakukan dalam 2 gelombang, yaitu Gelombang 1 pada 12-18 April dan Gelombang 2 pada 26 April-2 Mei. Pengumuman hasil seleksi Jalur SBMPTN dijadwalkan pada 14 Juni.

Nasih menambahkan, pihaknya melakukan penyempurnaan untuk penerimaan mahasiswa baru yang lebih terintegrasi. Salah satunya, penerimaan mahasiswa baru di Politeknik negeri dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

“Penerimaan mahasiswa baru di Politeknik negeri, baik melalui jalur SNMPTN maupun SBMPTN hanya untuk program studi dengan status Diploma 4. Untuk prodi pada Diploma 3, 2 dan 1 dilakukan di kampus Politeknik negeri masing-masing,” katanya. (Tri Wahyuni)