Soal Angka Kemiskinan, Wapres Minta SBY Merujuk Data BPS

0
Wakil Presiden, Jusuf Kalla

JAKARTA (Suara Karya): Pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menyebut ada 100 juta orang miskin di Indonesia, di sela-sela kunjungannya di kediaman Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, Senin (30/7) kemarin. Mantan Presiden itu meminta Prabowo sebagai capres bisa mengatasi masalah kemiskinan di Indonesia apabila nantinya memenangi pemilu.

Menanggapi hal itu, Wakil Presiden, Jusuf Kalla membantahnya. Dia meminta SBY merujuk pada data Badan Pusat Statistik ( BPS). Berdasarkan catata BPS, angka kemiskinan di Indonesia pada Maret 2018 jumlahnya 25,95 juta, atau 9,82 persen dari jumlah penduduk Indonesia.

“BPS tentu datanya valid. Kan tergantung ukuran apa yang dipakai. Kalau ukuran yang kita pakai ialah ukuran pendapatan per bulan, atau konsumsi per hari berapa,” kata JK, di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (31/7).

JK mengatakan, BPS memiliki banyak indikator dalam menghitung dan menetapkan angka kemiskinan di Indonesia. Beberapa indikator antara lain apakah orang itu memiliki rumah hingga pekerjaan yang layak.

“Ada ukuran masing-masing, ada kurang lebih 15 faktor untuk mengetahui, yang miskin atau tidak, punya pekerjaan atau tidak, rumahnya bagaimana, jadi sekitar itu,” tambah dia.

SBY bicara soal jumlah penduduk miskin yang mencapai 100 juta saat berkunjung ke kediaman Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Senin kemarin. SBY yang mendukung Prabowo sebagai capres berharap mantan Danjen Kopassus itu bisa mengatasi masalah kemiskinan di Indonesia apabila nantinya memenangi pemilu. (Sugandi)