Soal Dukungan Capres, Agung Laksono Yakini Seluruh Kader Golkar Patuhi Putusan DPP

0
Ketua Dewan Pakar Partai Golkar HR Agung Laksono. (suarakarya.co.id/Bayu Legianto)

JAKARTA (Suara Karya): Ketua Dewan Pakar Partai Golkar, HR Agung Laksono, meyakini seluruh kader partai akan mematuhi keputusan final Dewan Pimpinan Pusat (DPP) yang mengusung calon presiden (capres) Joko Widodo dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Namun Agung menyatakan, jika ada kader yang mbalelo alias tidak mematuhi keputusan DPP, maka pihaknyabtak akan segan-segan untuk menjatuhkan sanksi, baik sanksi teguran lisan, tertulis, maupun pemecatan.

“Kader yang tidak patuh, tentu akan ada sanksi organisasi. Mulai dari teguran lisan, tulisan hingga sanksi pemecatan,” ujar politisi senior Partai Golkar ini, kepada wartawan, di Jakarta, Kamis (15/11/2018).

Menurut Agung, jika sudah diputuskan dalam Munas ataupun Munaslub, maka seluruh kader harus mematuhinya, sekaligus memperjuangkan kemenangan. Tapi saya yakin seluruh kader Golkar akan mematuhi itu,” ujar Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 ini.

Sebelumnya, Partai Golkar telah memecat tiga kadernya, yakni Cupli Risman, Fadhly, dan Arsi Divinibum. Sanksi tersebut, karena mendeklarasikan diri mendukung pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

Sebelumnya Sekjen Partai Golkar, Lodewijk Fredrich Paulus, di DPP Partai Golkar, Rabu (3/10/2018), membenarkan bahwa pihaknya telah menjatuhi sanksi berupa pemecatan terhadap kader yang tidak mematuhi keputusan DPP.

“Atas pertimbangan di atas, rapat DPP Partai Golkar tanggal 3 Oktober 2018 yang dipimpin Ketua Umum DPP Partai Golkar, memutuskan memberikan sanksi berupa pemberhentian sebagai anggota Partai Golkar dan pencabutan NPAPG kepada Saudara Fadhly, Saudara Cupli Risman, dan Saudara Arsi Divinibun,” ujar Lodewijk, Rabu (3/10/2018).

Fadhly sendiri merupakan caleg DPR RI Dapil Jatim V, Cupli Risman caleg DPRD Dapil DKI Jakarta IV dan Arsi Divinibun adalah anggota Partai Golkar. Lodewijk mengatakan, keputusan itu diambil berdasarkan beberapa pertimbangan di internal partai. Di antaranya pertimbangan Majelis Etik Partai Golkar.

“Majelis Etik Partai Golkar yang menyampaikan rekomendasi atas pelanggaran etik yang dilakukan kader Partai Golkar melalui surat nomor 013/ME/GOLKAR/x/2018 tanggal 2 Oktober 2018,” ujar dia.

Lodewijk menegaskan, yang dilakukan Cupli, Fadhly, dan Arsi telah melanggar keputusan dan aturan partai beringin. Serta membangkang pada aturan AD dan ART. “Bertentangan dan membangkang pada kebijakan Partai Golkar yang secara resmi telah mendukung pencalonan Pak Joko Widodo sebagai Capres 2019,” katanya. (Gan)