Soal Eksekusi Mati, Migrant CARE Kecam Keras Arab Saudi

0
Direktur Eksekutif Migrant CARE, Wahyu Susilo.

JAKARTA (Suara Karya): Belum reda pemberitaan skandal kematian misterius jurnalis Saudi Arabia, Jamal Khashoggie yang diduga melibatkan otritas Saudi Arabia, kemarin (29 Oktober 2018), Saudi Arabia mengeksekusi Tuty Tursilawaty, pembantu rumah tangga (PRT) migran asal Indonesia.

Menurut keterangan Kementerian Luar Negeri RI, pihak Perwakilan RI di Saudi Arabia tidak mendapatkan notifikasi. Situasi tersebut memperlihatkan bahwa ketertutupan informasi adalah upaya untuk menutup-nutupi berbagai pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Saudi Arabia, terutama hak asasi yang paling dasar, hak atas kehidupan.

“Kami mengecam keras eksekusi tersebut dan mendesak Pemerintah Indonesia melakukan langkah-langkah diplomasi yang signifikan untuk memprotes Saudi Arabia yang tetap tidak berubah terkait dengan penghormatan terhadap hak asasi manusia dan kepatuhan pada tata krama diplomasi internasional mengenai Mandatory Consular Notification,” ujar Direktur Eksekutif Migrant CARE, Wahyu Susilo, dalam keterangan tertulisnya yang diterima suarakarya.co.id. Selasa (30/10/2019).

Migrant CARE juga mengingatkan kepada Presiden Jokowi untuk benar-benar serius merespons situasi seperti ini.

“Pada saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Saudi Arabia, Presiden Jokowi meminta Saudi Arabia memberikan perlindungan kepada buruh migran Indonesia dan serius menuntaskan kasus Khashoggie. Ternyata permintaan tersebut diabaikan oleh Saudi Arabia dengan tindakan eksekusi terhadap Tuty Tursilawati bahkan tanpa memberikan konsultasi,” kata Wahyu. (Gan)