Soal Pilpres, ASJB Imbau Masyarakat Tak Mudah Terprovokasi

0

JAKARTA (Suara Karya): Alumni SMA Bersatu Jakarta (ASJB) mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi atas pemberitaan yang ramai di media sosial (medsos). Jika isu terus bergulir, dikhawatirkan hal itu dapat memecah belah kesatuan bangsa.

“Kami berharap masyarakat tidak mudah terpancing, yang nantinya kami khawatir berujung pada bentrokan sosial,” kata inisiator ASJB Dede Radinal, di Jakarta, Sabtu (20/4/2019).

Ia berharap sekali lagi pada masyarakat tetap tenang, sambil menunggu hasil penghitungan suara resmi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Kendati demikian, ia mengapresiasi hasil hitung cepat oleh beberapa lembaga survei yang memenangkan pasangan Presiden Jokowi-KH Ma’ruf Amin.

“Acara “slametan ini” diadakan tak sekadar merayakan kemenangan pasangan Jokowi-Amin berdasarkan perhitungan quick count, tetapi juga kinerja TNI-Polri dalam menjaga keamanan selama Pemilu. Semua berjalan lancar,” tuturnya.

Dalam acara syukuran itu, sejumlah relawan yang hadir melakukan aksi botaki kepala mereka. “Aksi cukur rambut ini merupakan salah satu apresiasi kegembiraan untuk pemilu yang damai, gembira dan ceria. Pesta demokrasi Indonesia berjalan dengan baik,” katanya.

Selain menggunduli rambut, ASJB juga melaksanakan doa bersama bagi 100 anak yatim. Setelahnya, digelar sesi diskusi mengenai langkah ASJB untuk tetap mendukung Jokowi.

Saat gelaran diskusi, hadir Ketua Umum Gerakan Alumni UI, Fajar Soeharto. Dalam kesempatannya, Fajar yakin aspirasi yang dibawa ASJB berdampak signifikan bagi bangsa.

“Mestinya secara umum pemerintah pasti mendengarkan ya. Apalagi ASJB yang kita lihat, meski tak berbentuk organisasi politik resmi, tetapi suaranya dapat bergema luas,” ucapnya.

Fajar menambahkan, pihaknya akan mengkritisi jika “jagoan” mereka yaitu paslon nomor 1 membuat kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat. “Kami akan support terus kebijakan Presiden Jokowi-Amin yang berpihak pada rakyat. Tapi, kami tak hanya pandai memuji, juga bisa mengkritisi jika kebijakan tidak sesuai,” ucap Fajar menandaskan. (Tri Wahyuni)