Softex Indonesia Siap Rehabilitasi Tiga Sekolah Terdampak Covid-19

0

JAKARTA (Suara Karya): Softex Indonesia bekerja sama organisasi nirlaba Happy Hearts Indonesia (HHI) akan melakukan rehabilitasi sekolah di tiga wilayah yaitu Lombok, Flores dan Sumba. Diharapkan, siswa kembali semangat belajar di kelas yang baru, saat sekolah kembali dibuka.

“Program rehabilitasi tahun ini untuk 3 sekolah. Kami harap para siswa di tiga sekolah tersebut dapat belajar lebih semangat setelah pandemi berlalu,” kata Chief Financial Officer (CFO) PT Softex Indonesia, Chrisdianto Tedjawidjaja usai penandatanganan MoU tentang pembangunan sekolah dengan HHI di Jakarta, Jumat (12/6/2020).

Dari pihak HHI, penandatangan dilakukan oleh Development Director HHI, Lusman Yunarto.

Chrisdianto menjelaskan, program rehabilitasi sekolah sebenarnya bukan hal baru bagi PT Softex Indonesia. Karena, program serupa pernah dilakukan pada 2018 lalu di tiga sekolah yang ada di Karawang (Jawa Barat), Sidoarjo (Jawa Timur) dan Flores (Nusa Tenggara Timur).

“Kami terdorong membuat program rehabilitasi sekolah ini lagi karena pengalaman sebelumnya, anak-anak menjadi lebih bersemangat datang ke sekolah dan belajar di sekolah yang lebih terlihat lebih bagus dan rapi,” tuturnya.

Pilihan sekolah di wilayah Timur Indonesia, lanjut Chrisdianto, karena akses pendidikan belum merata. Banyak sekolah yang hancur termakan waktu, bahkan tak sedikit daerah yang minus sekolah.

“Semoga upaya yang kami lakukan ini dapat mendorong perusahaan lainnya untuk melalukan hal serupa. Karena masalah pendidikan tak hanya menjadi urusan pemerintah, tetapi juga urusan kita bersama,” ucapnya menegaskan.

Hal senada dikemukakan Development Director HHI, Lusman Yunarto. Katanya, ebutuhan akses pendidikan di NTT masih sangat tinggi terutama di masa pandemi. Rendahnya penguasaan teknologi dan keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan menghambat efektivitas pembelajaran bagi siswa.

“Adanya bangunan sekolah yang diisi sarana pendidikan yang memadai dan fasilitas sanitasi dan program pendukung lainnya akan membantu siswa dalam proses belajar mengajar. Kami juga bantu peningkatan mutu pendidikan lewat kegiatan pelatihan guru agar dapat mengakses teknologi,” ujarnya.

Saat sekolah ditutup selama pandemi, lanjut Lusman, Softex Indonesia dan HHI akan melakukaj kegiatan pembangunan kembali atau rehabilitasi sekolah. Nantinya, sekolah yang dilengkapi fasilitas pendukung belajar dapat meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah tersebut.

“Dampak jangka panjangnya adalah tercipta produktivitas di kalangan siswa dan masyarakat. Hal itu menjadi alat untuk memberantas kemiskinan,” katanya.

Ditambahkan, program rehabilitasi sekolah dapat menjadi salah satu bagian dari upaya pemulihan dampak covid-19 di sektor pendidikan serta mengembalikan produktivitas sumber daya manusia setempat, serta investasi pendidikan yang berkelanjutan.

Sebagai informasi, selain program rehabilitasi sekolah, Softex Indonesia juga memberi donasi dalam bentuk distribusi produk kesehatan dan kebersihan, serta makanan pokok dan siap saji.

Upaya itu meraih penghargaan “Top Corporate Social Responsibility Award of the Year 2020” untuk kategori kegiatan penanganan covid-19 dari Tras N Co Indonesia dan Infobrand.id media. (Tri Wahyuni)