Songsong Era Digital, STP Trisakti Siap Kembangkan Program Studi Aplikatif

0

JAKARTA (Suara Karya): Menyosong era digital, Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti siap mengembangkan sejumlah program studi (prodi) yang bersifat aplikatif. Pengembangan itu sekaligus bagian dari rencana peralihan status dari sekolah tinggi menjadi institut.

“Doakan saja semoga proses peralihan status menuju institut berjalan lancar,” kata Ketua STP Trisakti, Fetty Asmaniati dalam talkshow bertajuk “Strategi Kolaborasi Bisnis Digital Pariwisata melalui Digitalisasi” di Jakarta, Selasa (26/7/22).

Acara dibuka oleh Ketua Pengurus Yayasan Trisakti, Mayjend (Purn) Dr Bimo Prakoso, MPA, MSc.

Pembicara dalam talkshow, yaitu CEO Tripwe yang juga dosen Universitas Indonesia, Sofian Lusa; Direktur Pemberitaan Media Indonesia, Gaudensius Suhardi; dan alumni STP Trisakti, Trias Fajar Anugrah. Bertindak sebagai moderator, Wakil Ketua III STP Trisakti, Ismeth Emier Osman.

Fetty menjelaskan, upaya itu dilakukan karena dunia pendidikan harus mampu beradaptasi dengan tantangan zaman. Jika saat ini masuk era digitalisasi, maka kampus harus membuat program studi yang beradaptasi dengan hal tersebut.

“Kami siap melakukan transformasi pendidikan menuju digitalisasi. Kita harus siapkan lulusan dengan kompetensi yang mumpuni,” ucapnya.

Ditambahkan, transformasi STP Trisakti menjadi institut juga bagian dari rencana penerapan digitalisasi dalam proses pembelajaran, termasuk rencana membuka program studi bisnis digital.

“Lewat digitalisasi ini, diharapkan pariwisata Indonesia dapat lebih terangkat dan lebih dikenal lagi,” kata Fetty menandaskan.

Hal senada dikemukakan CEO Tripwe Sofian Lusa. Katanya, sektor pariwisata sudah waktunya beradaptasi dengan perkembangan Revolusi Industri 4.0. Dimana ekosistem Tourism 4.0 mengarah pada Apps dengan strategi 4C, yaitu collaborations, creative, critical thinking, communication,” ujarnya.

Ia mendorong dunia pendidikan baik vokasi maupun pendidikan tinggi tidak hanya mengadopsi Tourism 3.0 yang hanya berfokus pada pendekatan travel agent, tetapi mulai memperkuat pendidikan berbasis Tourism 4.0 yang dekat dengan ekosistem berbasis aplikasi.

Sofian juga menekankan pentingnya link&match diterapkan di kampus pariwisata agar terjadi kesesuaian antara kompetensi yang dihasilkan kampus dengan kebutuhan industri.

“Kampus dan industri terkait harus sering-sering bertemu agar terjadi kesesuaian kompetensi lulusan. Begitu pun guru atau dosen, agar kompetensi mereka terus berkembang beradaptasi dengan perkembangan zaman,” katanya.

Alumni STP Trisakti Trias Fajar Anugrah menyebut ada 3 unsur penting dalam mewujudkan link&match, yaitu kolaborasi antara lembaga pendidikan, industri dan alumni.

“Jangan lupakan peran alumni, terutama mereka yang berkiprah di industri dan dunia kerja. Unsur kedekatan itu harus dimanfaatkan, karena komunikasi bisa lebih mudah. Mari kita duduk bersama untuk memajukan pariwisata Indonesia,” tutur Trias.

Sementara itu, Gaudiensius Suhadi menekankan pentingnya pengembangan pariwisata yang lebih menyejahterakan masyarakat di sekitar kawasan wisata tersebut. “Jangan sampai pembangunan pariwisata mengeliminir warga lokal. Hal itu biasa terjadi di dunia pariwisata kita,” ujarnya.

Ia mencontohkan penetapan tarif sebesar Rp750 ribu bagi pengunjung yang ingin naik ke candi Borobudur. Penetapan tarif itu yang tidak mempertimbangkan kemampuan masyarakat akan berdampak pada jumlah kunjungan ke lokasi wisata tersebut.

“Kasus serupa juga terjadi saat menetapkan tarif tahunan ke Pulau Komodo sebesar Rp3,9 juta. Tarif itu bagi turis asing bukan angka yang besar, tapi tidak masyarakat kita,” ujarnya.

Gaudiensius dalam bagian akhir pembicaraannya mengajak dosen untuk mulai rajin menulis di media sosial dengan beragam saluran. Hal itu akan berdampak baik saat menulis presentasi atau jurnal, karena terbiasa menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan.

“Tentunya tulisan yang baik, bukan yang menghujat orang atau menebar hoaks,” kata Gaudiensius menegaskan.

Pada bagian akhir acara, STP Trisakti juga memberi penghargaan kepada mitra baik dari sekolah, industri, alumni dan media massa yang selama ini berperan aktif dalam kolaborasi dengan STP Trisakti. (Tri Wahyuni)