Spectacolour, Mengungkap Rahasia Dapur Buat Pastry Lebih Berwarna

0
?

JAKARTA (Suara Karya): Trend warna warni ternyata tak hanya ada di fashion, tetapi juga industri makanan, terutama jenis kue-kue kering berbahan tepung atau pastry. Pastry dengan warna yang menarik bisa menjadi mood booster, tak hanya bagi food creators tetapi juga konsumennya.

“Saya suka membuat pastry berbahan coklat. Agar terlihat cantik, biasanya kita gunakan buah-buahan. Tapi sejak ada produk choco art, saya jadi tertantang untuk bereksperimen dengan warna,” kata peraih gelar Choco Master 2017, Chef Riady Halim dalam peluncuran buku “Spectacolour” di Jakarta, Kamis (35/7/2019)

Riady Halim merupakan 1 dari 12 chef yang berkontribusi dalam pembuatan Spectacolour. Riady mengaku jatuh cinta pada produk Collata Chocolate Compound yang mengedepankan rasa coklat yang disukai masyarakat lokal di Indonesia.

“Begitu pun produk Collata Couverture Series yang memiliki karakter rasa yang cocok dengan lidah orang Indonesia. Semua produk mudah diaplikasikan,” kata pria yang tergila-gila pada produk aneka coklat sejak kecil itu menandaskan.

Spectacolour dicetak diatas kertas tebal yang mewah. Pembuatan buku setebal 176 halaman itu digagas PT Gandum Mas Kencana (GMK), produsen coklat dengan merek dagang Collata dan produk berbahan dasar powder dengan merek Haan dan Bendico.

Seperti dikemukakan Marketing Manager PT GMK, Sri Utami, buku Spectacolour dibuat seiring dengan tumbuhnya bisnis makanan berbahan coklat di Indonesia. Buku tersebut diharapkan bisa menjadi “panduan” bagi para pelaku bisnis bakery, horeca, pastry chef, executive chefs, foodpreneurs start up, online bakery dan food enthusiast yang mencintai keragaman food and pastry creation.

“Lewat Spectacolour, kami ingin para food creator dapat mencari tren pastry yang out of the box. Hal itu selaras dengan visi dan misi GMK, yaitu bagaimana menginspirasi orang untuk mengeksplorasi kecintaannya dalam pembuatan makanan, agar mereka dapat mencerahkan dunia,” tutur Sri Utami.

Pernyataan Sri Utami tak berlebihan, karena Spectacolour mengupas habis seputar coklat dan pastry, termasuk trik dan tips bagaimana membuat kue-kue itu bisa menarik, tidak saja di mata tetapi juga di hati karena berhasil menaikkan mood booster seseorang.

“Buku ini lebih dari buku resep biasa. Ini adalah buku inspirasi untuk para food creators yang memiliki kecintaan akan pastry, mulai dari pastry enthusiast yang membuat karyanya di rumah, siswa pastry and culinary, profesional dan pemodal yang mengembangkan bisnis bakery,” kata Sri Utami menandaskan.

Ke-12 kontributor dari buku Spectacolour antara lain mantan model dan jebolan Master Chef Indonesia, Nina Bertha, celebrity chef Chandra Yudasswara, praktisi dan juga staf pengajar pastry and cake decorator, Lanny Soechan, pastry chef kenamaan dari Perancis, Gerald A Maridet dan character food creator, chef Diana Cahya.

“Lewat keragaman latar belakang penulis, diharapkan buku ini juga dapat mewakili beragam pembaca. Tidak perlu membuat produk yang sama dengan di buku, tetapi paling tidak buku ini bisa menggunggah keinginan untuk membuat pastry yang menarik mata dan jiwa,” tutur Sri Utami menegaskan. (Tri Wahyuni)