Sri Mulyani Dianugrahi Gelar Tokoh Pemajuan Ekonomi Syariah

0
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Istimewa)

JAKARTA (Suara Karya): Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, dianugerahi gelar sebagai Tokoh Pemajuan Ekonomi Syariah Indonesia. Penganugerahan tersebut diberikan usai memberikan orasi ilmiah di hadapan 7.000 mahasiswa di Aula Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Menteri Sri Mulyani dinilai turut meletakkan landasan bagi pemajuan Ekonomi Islam dan saat ini ditunjuk sebagai Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) periode 2019 – 2023.

“Ibu Sri Mulyani turut mewujudkan pengembangan kualitas sumber daya manusia, peningkatan kapasitas riset, mendukung kebijakan yang menunjang perkembangan ekonomi syariah, mendorong sinergi antara akademisi, industri, dan pemerintah atau otoritas dalam mengembangkan ekonomi syariah, serta mendukung upaya membangun wajah Islam yang inklusif dan sejalan dengan semangat kebhinekaan dalam bingkai NKRI,” kata Wakil Rektor I UMM, Syamsul Arifin, saat membacakan Surat Keputusan (SK) di Hall Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kamis (10/10/2019).

Menteri Sri Mulyani dalam orasi ilmiahnya berpesan kepada para mahasiswa bahwa sumberdaya manusia (SDM) yang berkualitas dan inovasi adalah faktor penentu dalam rangka mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

“Pemerintah akan selalu berkomitmen dalam mendorong perbaikan kualitas SDM melalui berbagai langkah afirmasi dan terobosan program kebijakan,” katanya.

UMM harus terus berkiprah, berkarya tidak mudah puas akan capainnya, dan selalu haus pencapaian baru. Menteri yang pernah mendapat penghargaan menteri terbaik dunia di ajang World Government Summit 2018 ini meminta mahasiswa menjadi bagian memberikan solusi berbagai permasalahan bangsa.

“Diharapkan UMM agar tidak hanya mendidik kemampuan hard skill, kognitif dan intelektual mahasiswa. Tetapi juga membentuk soft skill antara lain berupa karakter yang berintegritas. Dan jangan lupa, jangan pernah lelah mencintai negeri ini,” katanya.

Rektor UMM dalam sambutannya menyampaikan, UMM senantiasa mengundang para tokoh nasional dari berbagai latar belakang bahkan tokoh internasional sebagai inspirasi pada para mahasiswa, sebagai tokoh-tokoh masa depan bangsa ini.

“Beliau seorang Srikandi yang tahan banting dan bisa hidup di sembarang ‘alam’. ‘Alam’-nya pak SBY dan alamnya Pak Jokowi. Mudah-mudahan ke depannya beliau juga masuk di dalam jajaran kabinet berikutnya,” ungkapnya.
Ada satu hal, sambung Fauzan, yang perlu dicontoh para mahasiswa yakni kebiasaan menjalankan puasa Senin-Kamis. Bahkan dengan alasan tersebut, seluruh meja tidak disediakan hidangan makan dan minum.

“Selain kiprah dan kesuksesan beliau, beliau itu orang yang taat beragama, puasa Senin-Kamisnya tidak terhenti. Oleh karena itu saya mohon maaf kalau meja-meja itu bersih dan hanya ada pot-pot bunga. Tidak ada satupun makanan di atas meja karena kita semua menghargai beliau dan Sri Mulyani adalah Srikandi yang menurut kita adalah luar biasa luar dan dalamnya,” tegasnya. (Rizal Cahyono)