Stimulasi Motorik, Bayi Perlu Dikenalkan Cemilan Sehat sejak 6 Bulan

0

JAKARTA (Suara Karya): Bayi perlu dikenalkan cemilan sehat sejak usia 6 bulan. Hal itu penting guna menstimulasi kemampuan motorik dan sensoriknya, termasuk oromotor (kemampuan dasar yang berhubungan dengan gerakan mulut termasuk lidah, gigi, bibir dan rahang bayi).

Demikian dikemukakan Brand Manager Milna, Brian Hartono dalam diskusi media di Jakarta, Kamis (30/12/21).

Dijelaskan, pemberian ASI eksklusif pada bayi selama 6 bulan setelah lahir menjadi tahapan penting dalam tumbuh kembang anak. Saat menginjak usia 6 bulan, bayi baru boleh diperkenalkan pada makanan pendamping ASI (MPASI).

“Berikan nutrisi terbaik untuk tumbuh kembang Si Kecil secara optimal pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Makanan dan camilan sehat akan membantu tumbuh kembang anak di masa awal kehidupan mereka,” tutur Brian.

Menurutnya, makanan pendamping ASI yang sehat dan tepat diperlukan untuk cadangan energi dan nutrisi penting bagi pertumbuhan yang berkelanjutan. “Camilan sehat dari Milna tak hanya melengkapi kebutuhan nutrisinya, tetapi dirancang khusus untuk mendukung
stimulasi motorik dan sensorik anak sesuai dengan tahapan usianya.

Milna dari Kalbe Nutritionals memiliki beragam pilihan camilan sehat dan inovatif buat Si Kecil diatas usia 6 bulan.
Rangkaian produk Milna seperti biskuit bayi mampu menstimulasi pertumbuhan gigi Si Kecil, Milna Rice Crackers untuk latihan menggenggam, dan Milna Nature Puffs Organic untuk menjimpit benda kecil.

“Dan yang terpenting, camilan sehat dari Milna ini tidak mengandung bahan pengawet,” ucap Brian Hartono menegaskan.

Kebutuhan makanan dan camilan sehat menjadi penting, karena hingga hari ini masalah gizi buruk masih banyak ditemukan di Indonesia. Profil Anak Indonesia 2019 yang dikeluarkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemenpppa) dan Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, balita dengan status gizi buruk dan kurang gizi masing-masing sebesar 3,9 dan 13,8 persen.

Selain itu, ada sekitar 30,8 persen anak balita Indonesia yang mengalami stunting. Mereka terdiri dari balita yang sangat pendek dan balita pendek, masing-masing sebesar 11,5 persen dan 19,3 persen .

Hal senada dikemukakan Head of Medical Kalbe Nutritionals, dr Muliaman Mansyur. Katanya, penting untuk memastikan asupan nutrisi terbaik pada fase MPASI, termasuk camilannya. Si Kecil harus mendapatkan nutrisi penting seperti nutrisi makro (protein, karbohidrat, lemak) yang berasal dari beras, biji-bijian, susu dan daging.

Selain dibutuhkan nutrisi mikro seperti zat besi, kalsium, dan vitamin D yang bisa didapatkan dari telur, sayuran, dan buah. “Berikan pula kasih sayang dan stimulasi pada Si Kecil agar tumbuh kembang secara optimal,” ujarnya.

Sejak berusia 6 bulan, Si Kecil perlu dikenalkan pada 2-3 camilan bergizi (selain 3 kali makan seimbang) setiap harinya. Tentu saja tekstur dan rasa harus diberikan dengan tahap pertumbuhan dan perkembangannya.

Waktu mengudap camilan atau
snacking, menurut Muliaman, kesempatan tambahan untuk memperkenalkan makanan yang lebih bervariasi dan sehat pada mereka. Camilan juga bisa menambah jumlah vitamin dan nutrisi dalam makanannya, serta menjaga energinya agar dia bisa bermain, bereksplorasi, dan belajar. (Tri Wahyuni)