STP Trisakti dan IMI Switzerland Perkuat Kolaborasi Demi Lulusan Berskala Global

0

JAKARTA (Suara Karya): Program Double Degree yang dikembangkan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti dengan IMI Switzerland sejak 2007 lalu terlihat semakin erat dan harmonis. Bahkan, kedua belah pihak berkomitmen meningkatkan mutu lulusannya agar mampu bersaing global.

“Sebagian besar alumni program double degree STP Trisakti dengan IMI Switzerland banyak yang bekerja di perusahaan global. Ini prestasi yang membanggakan,” kata Ketua STP Trisakti, Fetty Asmaniati saat berbincang secara virtual dengan Director of Operations, Human Resources & Partner Schools IMI Switzerland Professor Gavin R R Caldwell, Selasa (16/3/2021).

Fetty dalam kesempatan itu didampingi Wakil Ketua III STP Trisakti Bidang Kerja Sama dan Pemasaran, Ismeth Emier Osman dan jajaran civitas akademika di lingkungan STP Trisakti.

Dalam kesempatan itu, Prof Gavin memaparkan kondisi kampus IMI Switzerland yang saat ini masih menjalani pembelajaran online selama pandemi corona virus disease (covid-19). Ia berharap pandemi segera berlalu, sehingga perkuliahan tatap muka di kampus bisa digelar kembali.

Selama pembelajaran online, lanjut Prof Gavin, kampus membuat sejumlah terobosan yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas lulusan program double degree yang dilakukan bersama STP Trisakti. Satu diantaranya, program sertifikasi keahlian yang bisa digunakan untuk melamar pekerjaan di sejumlah negara di Eropa.

“Dengan demikian, lulusan program double degree IMI Switzerland semakin diperhitungkan di negara-negara Eropa,” ujarnya.

Hal senada dikemukakan Agus Riyadi, M.Sc Kepala Departemen Pengelolaan Perhotelan, lulusan program double degree dari IMI Switzerland selama ini mudah mendapat pekerjaan di perusahaan global. Bahkan masa tunggunya terbilang singkat hanya sekitar 1 bulan.

“Keistimewaan dari program double degree dengan IMI Switzerland selain kompetensinya yang mumpuni, juga kemampuan berbahasa Inggris Jerman atau Prancis yang tidak diragukan. Kemampuan berbahasa itu menjadi nilai lebih,” ucapnya.

Program Double Degree antara STP Trisakti dengan IMI Switzerland sudah dirintis sejak 2007 lalu. Dipilihnya IMI Switzerland karena kampus tersebut memiliki reputasi gemilang dalam bidang pariwisata di negara-negara Eropa.

Kerja sama dengan IMI Switzerland mencakup 4 program studi (prodi) yang tersedia yaitu Diploma 4 (Sarjana Terapan) Perhotelan, D4 Usaha Perjalanan wisata dan S1 Hospitaliti dan Pariwisata.

Diakui Fetty, jumlah mahasiswa program double degree dengan IMI Switzerland masih terbatas, karena biaya pendidikan terbilang cukup mahal. Diperkirakan angkanya mencapai Rp800 juta per orang hingga selesai.

Karena itu, Fetty menjamin, dana tersebut jauh lebih hemat ketimbang mendaftar kuliah sendiri di IMI Swiss, tanpa terdaftar sebagai mahasiswa double degree.

“Kalau biaya sendiri kuliah di Swiss itu bisa habis Rp2 miliar sampai selesai. Lewat STP Trisakti, biaya tersebut menjadi lebih murah. Selain itu lulusan akan mendapat dua ijazah sekaligus dari STP Trisakti dan IMI Switzerland,” ujarnya.

Sebagai informasi, program gelar ganda (double degree) adalah penyelenggaraan kegiatan antar perguruan tinggi baik di dalam maupun luar negeri. Lulusan program ini akan memperoleh gelar ganda dan memiliki kemampuan plus dari program regular lainnya.

Prof Gavin menambahkan, pihaknya mengaku bangga bekerja sama dengan STP Trisakti karena reputasi perguruan tinggi itu di Indonesia. Hingga saat ini, STP Trisakti merupakan salah satu kampus yang terakreditasi A atau “Sangat Baik” untuk setiap jenjang dan program studi.

STP Trisakti juga merupakan kampus yang cukup dipandang dimata internasional. Hal ini dibuktikan dengan penghargaan-penghargaan yang didapat STP Trisakti. Misalnya saja, PATA Grand Award untuk kategori The Best Training and Education di tahun 2004 yang lalu. (Tri Wahyuni)