STP Trisakti Gandeng JW Marriot Hotel Group untuk Program Magang

0

JAKARTA (Suara Karya): Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti menjalin kerja sama dengan JW Marriot Hotel Group untuk program magang. Kesempatan magang di jaringan hotel bintang 5 bisa menjadi portofolio bagi lulusan dalam bersaing di dunia kerja.

“Lebih dari 50 persen lulusan STP Trisakti terserap di dunia kerja. Sekitar 30 persen memilih bisnis sendiri, dan 20 persen sisanya bekerja diluar program studinya,” kata Ketua STP Trisakti, Fetty Asmaniati usai penandatangan MoU dengan 11 hotel dibawah naungan JW Marriot Hotel Group, di Jakarta, Kamis (2/5).

Hadir dalam kesempatan itu, Market Human Resources Leader Marriot International Jakarta, Ristiana Manao dan Vice President for Partnership and Marketing, STP Trisakti, Ismeth Emier Osman.

Fetty menjelaskan, kerja sama dengan hotel yang tergabung dalam JW Marriot Hotel Group sebenarnya bukan hal baru. Namun, kerja sama dilakukan dengan manajemen di masing-masing hotel. “Kali ini, kerja samanya dilakukan dalam 1 bendera, yaitu JW Marriot Hotel Group,” ujarnya.

Disebutkan ke-11 hotel yang berlokasi di Jakarta itu, antara lain, The Westin, Le Meridien, Sheraton, Aloft,  Four Poins, Keraton at The Plaza dan Ritz Carlton.

Vice President for Partnership and Marketing, STP Trisakti Ismeth Emier Osman menambahkan, kerja sama dengan jaringan hotel kelas dunia tak hanya memberi dampak positif pada mahasiswa, tetapi juga status perguruan tinggi. Karena, salah satu item penilaian akreditasi adalah kerja sama kampus dengan industri dan dunia usaha.

Saat ini STP Trisakti memiliki program studi (prodi) D-4 Perhotelan dan Usaha Perjalanan Wisata, S1 Pariwisata dan S2 Pariwisata. “Hampir semua prodi di STP Trisakti terakreditasi A. Kecuali prodi di pascasarjana, masih B karena terbilang belum lama. Untuk lembaganya sendiri, akreditasi sudah A,” kata Ismeth.

Market Human Resources Leader JW Marrot International Jakarta, Ristiana Manao mengatakan, pihaknya menyambut ajakan STP Trisakti untuk kerja sama karena tahu reputasi perguruan tinggi tersebut.

“Pengalaman selama ini dengan mahasiswa magang dari STP Trisakti memuaskan,” kata Ristiana yang juga merangkap sebagai Direktur SDM The Westin Jakarta itu.

Program magang dilakukan mahasiswa pada semester akhir. Sebelum mengikuti magang, mahasiswa harus menjalani interview seperti penerimaan pegawai. Hal itu untuk mengetahui tak hanya soal keterampilan, tetapi juga sikap (attitude).

“Meski sudah ada MoU, sebelum magang tetap harus ada interview. Kami ingin tahu apakah mahasiswa memiliki keterampilan dan attitude yang sesuai,” kata Ristiana seraya menambahkan magang dilakukan selama 6 bulan.

Ditanyakan apakah banyak mahasiswa magang yang diterima setelah selesai, Ristiana mengatakan, hal itu tergantung kebutuhan masing-masing hotel. “Jika sedang butuh tenaga, tak sedikit dari mahasiswa magang yang kemudian direkrut. Apalagi mereka yang berprestasi,” kata Ristiana menandaskan.(Tri Wahyuni)