STP Trisakti Gandeng Startup ‘Kepul’ Ubah Sampah jadi Uang!

0

JAKARTA (Suara Karya): Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti bekerja sama startup Kepul menggelar seminar tentang pengelolaan sampah, yang tak hanya menciptakan lingkungan bersih tapi juga menghasilkan uang.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis STP Trisakti ke-53 pada 2 Juni 2022.

Seminar dilaksanakan selama 2 hari di kampus STP Trisakti di Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Hari pertama yang dibuka pada Rabu (25/5/22) diiikuti ratusan mahasiswa. Sedangkan hari kedua diikuti ratusan dosen, karyawan dan masyarakat sekitar kampus.

Wakil Ketua Bidang III STP Trisakti, Ismeth Emier Osman dalam sambutannya mengatakan, pengelolaan sampah sebenarnya bukan hal baru di lingkungan kampus STP Trisakti. Yang baru adalah sampah yang kelihatan tak berguna itu, bisa menghasilkan uang.

“Kami memberi apresiasi apa yang dilakukan Kepul untuk mengatasi masalah sampah di Indonesia. Apalagi Kepul memberi nilai pada sampah, hal itu akan memberi semangat kepada masyarakat dalam memilah dan memilih sampah yang akan dibuang,” ujarnya.

Ismeth berharap, kebiasaan baik itu tak hanya menggelora di kampus STP Trisakti, tetapi juga kampus-kampus lain di Indonesia. Sehingga tercipta lingkungan kampus yang bersih dari sampah.

Co-founder Kepul, R Satrio Budoyo yang menjadi pembicara dalam seminar itu menjelaskan, terciptanya Kepul berawal dari kegelisahan tiga orang, yaitu Afrizal Yusuf Rangkuti, Abdul Latif Nasution dan Dendy Herlambang atas kondisi sampah di lingkungan rumah mereka di Medan.

“Sampah juga diketahui menjadi masalah utama yang dihadapi seluruh kota di Indonesia,” ujarnya.

Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyebut, produksi sampah nasional mencapai sekitar 65,8 juta ton per tahun dan 16 persennya adalah sampah plastik.

“Dari kegelisahan itu tercipta aplikasi pengelolaan sampah bernama Kepul. Aplikasi itu jadi penghubung masyarakat ke pengepul. Karena tidak semua sampah harus dibuang, tetapi bisa juga diubah menjadi uang,” ujarnya.

Cara kerja Kepul yaitu pengguna bisa memasukkan nomor telepon, alamat, dan jenis sampah yang akan dijual ke aplikasi. Selanjutnya sistem secara otomatis akan memberi notifikasi pada tim Kepul. Lalu, tim Kepul akan menginformasikan ke pengepul terdekat.

Pengepul akan menimbang berat dan melakukan penghitungan harga sesuai dengan jenis sampah, seperti kardus bekas Rp 1.000/kg, plastik kresek Rp 600/kg, kaleng Rp 700/kg, besi tua bekas Rp 1.800/kg, aki Rp 10.000/kg, dan sebagainya.

“Melalui website Kepul atau versi aplikasi mobile, pengguna dapat melihat daftar barang bekas yang bisa dijual beserta harganya,” ujar Satrio seraya menambahkan kalau aplikasi Kepul versi mobile diluncurkan sejak Oktober 2018 lalu. (Tri Wahyuni)