STP Trisakti Lakukan Pendampingan SMK PK Bidang ‘Hospitality’

0

JAKARTA (Suara Karya): Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti terpilih lagi menjadi pendamping dalam Program SMK Pusat Keunggulan (PK) 2022 bidang ‘hospitality’.

“Tahun ini kami dapat 10 SMK, tak jauh berbeda dibanding tahun lalu sebanyak 11 SMK,” kata Ketua Tim Pendamping dari STP Trisakti, Linda Desafitri RB di Jakarta, Selasa (20/12/22).

Ke-10 SMK yang didampingi STP Trisakti disebutkan, SMKN 57 Jakarta; SMK Sahid Jakarta; SMK Manggala Kota Tangerang; SMKN 1 Geneng, Ngawi Jawa Timur; SMK Ma’arif Sukabumi; SMKN 1 Pandeglang; SMKN 1 Cinangka; SMKN 3 Palembang; SMKN 6 Palembang; dan SMKN 4 Bandar Lampung.

Program SMK PK merupakan program yang diinisiasi Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Diksi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek).

Program tersebut merupakan bagian dari upaya pengembangan SMK dengan kompetensi keahlian tertentu, sehingga terjadi peningkatan kapasitas kualitas dan kinerja. Program diperkuat melalui kemitraan dan penyelarasan dengan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA).

“Nantinya SMK yang terpilih dalam program akan menjadi SMK rujukan. Mereka akan berfungsi sebagai sekolah penggerak dan pusat peningkatan kualitas dan kinerja bagi SMK lainnya,” tuturnya.

Program tersebut semakin berkualitas karena didampingi wakil dari perguruan tinggi yang memenuhi kriteria. “Tidak semua perguruan tinggi ditunjuk untuk melakukan pendampingan. Karena itu, kami bersyukur STP Trisakti terpilih lagi tahun ini,” ujarnya.

Linda menyebut target Program SMK PK, antara lain, peningkatan kualitas dan kinerja manajemen pengelolaan dan penyelenggaraan SMK, dan menghasilkan lulusan yang terserap di DUDIKA atau menjadi wirausaha.

Selain itu, terjadi keselarasan pendidikan vokasi yang mendalam dan menyeluruh dengan DUDIKA, menciptakan pusat peningkatan kualitas dan kinerja dan menjadi inspirasi serta rujukan atau pengimbasan bagi SMK lainnya.

‘Lewat Program SMK PK, diharapkan keterlibatan DUDIKA terjadi pada segala aspek penyelenggaraan pendidikan vokasi, mulai dari penyelarasan kurikulum berstandar DUDIKA, pembelajaran berbasis project based learning dari DUDIKA, dan peran guru atau dosen dari industri,” ucap Linda.

Selain juga terselenggaranya magang praktek kerja industri bagi siswa minimal 6 bulan, sertifikasi kompetensi sesuai standar dan kebutuhan DUDI, update teknologi dari DUDI dan riset terapan.

“Setelah Lulus dari program ini, siswa SMK bisa bekerja, melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi atau berwirausaha,” katanya.

Dan yang tak kalah penting, lanjut Linda, program juga mengarah pada pembentukan karakter peserta didik yang tidak saja terampil secara hardskill, tetapi juga softskill yaitu pembiasaan budaya kerja yang profesional dan kompeten.

Program juga mendorong DUDI mengalokasikan dananya untuk beasiswa bagi siswa kurang mampu, serta donasi dalam bentuk peralatan laboratorium. Selain pengembangan BKK (Bursa Kerja) dan terbentuknya ‘Teaching Factory’.

Triana Rosalina Dewi, dosen STP Trisakti yang mendapatkan tugas pendampingan di SMKN 6 Palembang menuturkan, tim pendamping perguruan tinggi mempunyai tugas melakukan koordinasi dengan dinas pendidikan provinsi terkait, dan DUDIKA yang bekerjasama dengan SMKN 6 Palembang.

Selain pemenuhan delapan standar nasional pendidikan dan implementasi link and match dengan dunia kerja, pendampingan pelaksanaan in house training, dan implementasi pembelajaran berbasis komunitas kepada kepala sekolah dan guru.

“Kami juga menyusun perencanaan, pengelolaan dan pengembangan SMK, penggunaan platform teknologi bagi kepala sekolah dan guru di SMK pelaksana Program SMK PK, penyusunan rencana pembelajaran dan tindak lanjut hasil supervise capaian pembelajaran di SMK pelaksana Program SMK PK,” katanya.

Wakil Ketua Tim Pendamping dari STP Trisakti, Tri Djoko Sulistiyo menambahkan, lewat pendampingan ini, kampus bisa memberi masukan dan rekomendasi terkait peningkatan mutu sekolah.

“Kami juga mendorong SMK untuk melanjutkan program dengan skema pemadanan dukungan bersama industri,” kata Tri Djoko Sulistiyo. (Tri Wahyuni)