STP Trisakti Perluas Kerja Sama Pendidikan dengan Austria

0

JAKARTA (Suara Karya): Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti akan memperluas kerja sama pendidikan dengan pemerintah Austria. Hal itu semakin menambah deretan negara yang menjalin kerja sama setelah Swiss, Thailand, Korea, China dan Australia.

“Kami menyambut baik tawaran pemerintah Austria. Kerja sama diawali lewat program pertukaran mahasiswa dan magang di perusahaan Austria,” kata Ketua STP Trisakti, Fetty Asmaniati usai menerima kunjungan Badan Ekonomi Federal Austria, di Jakarta, Kamis (10/11/22).

The Austrian Federal Economic Chamber atau WKÖ adalah badan yang mengatur kegiatan rekrutmen tenaga kerja terampil luar negeri untuk perusahaan di negara Austria.

Delegasi menghadirkan Head of International Recruiting Initiative/ WKÖ, Maximilian Buchleitner; Head of Work in Austria/ABA, Margit Kreuzhuber; Policy Adviser for Vocational Training/WKÖ, Natascha Miljkovic; Policy Adviser for Labour Market and Migration/WKÖ, Jakob Pühringer; Commersial Counsellor Austrian Embassy in Indonesia, Sigmund Nemeti; dan Commercial Section Austrian Embassy in Indonesia, Ayu Nurtantio.

Fetty mengaku bangga STP Trisakti terpilih sebagai salah satu perguruan tinggi yang diajak bekerja sama dengan WKÖ. Hal itu menunjukkan reputasi STP Trisakti di dunia internasional.

“Kami sudah kerja sama dalam program double degree dengan kampus pariwisata ternama di Swiss, IMI Internasional selama 10 tahun terakhir. Sehingga tak menutup kemungkinan untuk mengembangkan program serupa di Austria,” ujar Fetty.

Hal senada dikemukakan Wakil Ketua III STP, Ismeth Emier Osman. Ada sejumlah kegiatan yang bisa dilakukan dengan Austria di masa penjajakan ini. Misalkan, menggelar Austria Festival untuk mengenalkan kebudayaan negara tersebut kepada mahasiswa.

“Kami sudah pernah menggelar acara semacam itu, seperti malam kebudayaan Jepang dan Korea. Dan itu menarik perhatian mahasiswa,” ujarnya.

Kepala Departemen S1 Pariwisata STP Trisakti, Amrullah menambahkan, kolaborasi dengan Austria dimungkinkan pada program pertukaran mahasiswa dan magang di Austria. Karena hal itu selaras dengan program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) melalui Kampus Merdeka.

“Setelah program tersebut berjalan baik, baru beranjak ke program lain seperti pengembangan program double degree karena Austria juga terkenal dengan pariwisatanya seperti halnya Swiss,” ujar Amrullah menandaskan. (Tri Wahyuni)