STP Trisakti Sambut 31 Mahasiswa Program PMM Angkatan 2

0

JAKARTA (Suara Karya): Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti, Fetty Asmaniati menyambut kehadiran 31 peserta Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) angkatan 2. Program berlangsung selama 4 bulan, dimulai 19 September 2022 hingga 19 Januari 2023.

“Kami bangga, karena STP Trisakti tahun ini terpilih lagi sebagai kampus tujuan dalam Program PMM. Bahkan tahun ini, kami menerima lebih banyak mahasiswa,” kata Fetty di kampusnya yang berlokasi di wilayah Tanah Kusir Jakarta Selatan, Senin (19/9/22).

Dalam kesempatan itu, ia didampingi Wakil Ketua I STP Trisakti, Djoni Wibowo dan Wakil Ketua II Dr Nurbaeti.

Fetty menjelaskan, Program PMM merupakan salah satu dari 11 program yang dikembangkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) lewat Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

STP Trisakti tahun ini menerima 31 mahasiswa dari 15 perguruan tinggi. Jumlah itu lebih banyak dibanding tahun lalu yang hanya 11 mahasiswa dari 6 perguruan tinggi.

“Dari 6 perguruan tinggi yang ikut program tahun lalu, ada 3 yang ikut kembali. Kami senang mereka kembali melaksanakan program PMM di STP Trisakti,” ucap Fetty.

Salah satu peserta PMM dari Universitas Methodist Medan, Sumatera Utara, Tiru Raz memilih STP Trisakti sebagai kampus tujuan karena impiannya sejak remaja. Ia mengaku senang akhirnya bisa merasakan kuliah di STP Trisakti meski hanya 4 bulan.

“Saya sudah tahu STP Trisakti sejak lama. Tapi karena ada di Jakarta, semua itu hanya jadi impian. Tapi berkat program PMM akhirnya saya bisa merasakan kuliah di sini, meski sebentar. Ini seperti impian yang jadi kenyataan,” ucap Tiru yanh disambut tepuk tangan dari peserta lain.

Hal senada dikemukakan Andi Fikbal dari Universitas Negeri Makassar. Ia berterimakasih telah diberi kesempatan untuk belajar di STP Trisakti, yang ia ketahui sebagai sekolah tinggi pariwisata terbaik di Indonesia.

Pertama kali menginjakkan kaki di Jakarta, perbedaan bahasa menjadi tantangan baginya untuk dapat beradaptasi dan bersosialisasi.

Alasan Andi memilih STP Trisakti adalah karena mendengar cerita dari temannya yang berkesempatan melakukan Program PMM pada angkatan pertama bahwa di STP Trisakti tutur bahasa, kata dan sopan santunnya yang sangat baik, begitupun dengan pembelajaran yang di dapat.

“Ketika di sini, saya merasakan sekali keramahtamahan, sopan dan santun yang sangat baik. Saya berjanji untuk selalu menerapkan dan berbagi cerita ke teman-teman tentang pengalaman yang didapat selama belajar di STP Trisakti,” tutur Andi.

Sebagai informasi, 15 perguruan tinggi itu adalah Universitas Syiah Kuala, Universitas Sumatera Utara, Universitas Udayana, Universitas Methodist Indonesia, Universitas Negeri Medan, Universitas Baiturahmah, Universitas Prima Indonesia, dan Universitas Ganesha.

Selain itu, ada Universitas Hamzanwadi, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Negeri Makassar, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang, Universitas Halu Oleo, Universitas Hasanudin, dan Universitas Pattimura.

Mahasiswa Program PMM akan mempelajari modul Nusantara dan mata kuliah psikologi pelayanan, akuntansi, ekonomi pariwisata, destinasi wisata dan kewirausahaan untuk Program Studi S1 Pariwisata. Ditambah mata kuliah binatu, akuntansi hotel dan pengolahan kue dam roti untuk Program Studi S1 Pengelolaan Perhotelan.

Sedangkan Program Studi Usaha Perjalanan Wisata akan mendapat mata kuliah geografi pariwisata, wisata minat khusus dan pariwisata digital.

Soal Program PMM, seperti dijelaskan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim dalam kesempatan terpisah sebelumnya, program itu untuk menciptakan ruang jumpa yang dinamis antara mahasiswa, dosen dan perguruan tinggi melalui kegiatan akademik dan nonakademik tentang keberagaman budaya wilayah setempat.

Peluang itu dapat melatih keterampilan, kepemimpinan karena di lokasi penempatan, mahasiswa akan bertemu dengan lingkungan dan budaya baru, berkenalan dengan teman-teman baru, serta berhadapan dengan tantangan-tantangan baru. Disitulah ketangguhan para mahasiswa akan diuji.

Bila tahun sebelumnya mahasiswa yang tertarik mendaftar di bagian kemahasiswaan setiap perguruan tinggi, lalu data diserahkan ke Ditjen Diktiristek secara online. Nantinya pihak Kemdikbudristek yang akan menentukan kampus tujuan.

Tahun ini, PMM dilaksanakan berbeda, karena mahasiswa bisa mendaftar langsung ke kampus tujuan. Sehingga dipastikan mahasiswa yang memilih STP Trisakti akan mendapat pengetahuan yang relevan untuk persiapan karirnya di masa depan.

Untuk bisa ikut program MBKM, mahasiswa harus memiliki sejumlah prestasi secara akademik. Karena mereka memiliki mandat sebagai duta dari kampusnya, serta berbagi pengalaman dan keterampilan di kampus tujuan. Selain melakukan kegiatan yang dapat memperkuat ikatan dalam NKRI. (Tri Wahyuni)