Strategi Pemerintah Mendorong Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani

0

BOGOR (Suara Karya): Pertumbuhan ekonomi masih signifikan meskipun terjadi kontraksi memasuki kuartal pertama 2021. Sebagian besar atau 64,13 persen pertumbuhan berasal dari lima sektor yakni industri, perdagangan, konstruksi, pertambangan dan pertanian sebagai sektor yang masih mengalami laju pertumbuhan positif yakni sebesar 2,15% (yoy).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan komitmen pemerintah untuk menguatkan ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan.

“Pemerintah telah menyiapkan stimulus ekonomi untuk menyokong sektor pertanian dan perikanan,” kata dia dalam acara “Silaturahmi Peternak dan Kampanye Makan Ayam dan Telur” di IPB International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Kamis (3/6/21).

Menurut data yang diungkap Kemenko Perekomian, sektor pertanian tetap tangguh selama pandemi Covid-19 dengan kontribusi nilai ekspor mencapai USD 0,4 miliar atau 3% dari total ekspor Indonesia. Ekspor sektor pertanian mengalami kenaikan signifikan di masa pandemi Covid-19 dengan kenaikan 16,2% (YoY) dan 20,8% (MtM).

Airlangga menjelaskan, secara khusus stimulus dan insentif yang dikeluarkan untuk tetap menjaga kinerja di sektor pertanian dan perikanan, antara lain, program padat karya pertanian, program padat karya perikanan, banpres produktif UMKM sektor pertanian, subsidi bunga mikro/kredit usaha rakyat, dan dukungan pembiayaan koperasi dengan skema dana bergulir.

Dia menggarisbawahi mengenai program strategis sektor pangan dan pertanian pada 2021, mulai dari stabilitas harga dan pasokan pangan, pengembangan hortikultura orientasi ekspor, kemitraan closed loop hortikultura, peremajaan sawit rakyat, hingga pengembangan industri rumput laut.

Pemerintah pun telah menyusun kebijakan dalam menjaga rantai ketahanan pangan nasional. Pertama, implementasi UU Cipta Kerja untuk terkait penyederhanaan, percepatan, kepastian dalam perizinan, serta persertujan ekspor/impor. Kedua, digitalisasi UMKM yang merupakan bentuk realisasi dari dua agenda besar pemerintah saat ini, yaitu agenda Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan Transformasi Digital.

Ketiga, sinergi BUMN untuk distribusi hasil pertanian dari sentra produksi ke sentra konsumen, yaitu pengembangan sistem logistik pangan berbasis transportasi Kereta Api dalam bentuk distribusi bahan pangan ke wilayah timur.

Keempat, penguatan kerja sama antardaerah khususnya dalam pemenuhan pangan. Kelima, Pembentukan holding BUMN Pangan dalam penguatan Ekosistem Pangan Nasional.

“Program-program di sektor pertanian dan perikanan terus dijalankan untuk penguatan ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani/nelayan,” kata Airlangga.

Khusus untuk industri perunggasan, Airlangga menjelaskan, industri ini merupakan salah satu industri yang telah mengakar dan menjadi budaya masyarakat untuk menghasilkan produk yang berkualitas.

Pemerintah pun akan mendorong hilirisasi di industri perunggasan. Hilirisasi ini akan sangat membantu peternak dengan peningkatan konsumsi yang akan mendongkrak permintaan daging ayam dan telur. Dengan peningkatan konsumsi daging dan telur ayam ras maka optimalisasi sumberdaya produksi dapat dilakukan dan diharapkan peternak ayam lebih sejahtera.

“Ke depan, ayam maupun telur diharapkan bisa menyelesaikan persoalan kebutuhan gizi yang dapat mendorong imunitas dan pencegahan Covid-19,” ucap Airlangga. (indra)