Sudhamek Ingatkan Pentingnya Sisi Spiritualitas dalam Berbisnis

0

JAKARTA (Suara Karya): Pengusaha kondang Sudhamek AWS meluncurkan buku yang berjudul ‘Mindfulness-Based Business: Berbisnis dengan Hati’. Buku tersebut berisi pengalamannya dalam mendirikan sekaligus menjalankan Garudafood dalam 19 tahun terakhir ini.

Dalam peluncuran buku yang digelar secara virtual, Rabu (2/12/20) Sudhamek mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan sisi spiritualitas dalam pengelolaan bisnis atau organisasi. Dalam bisnis juga harus tumbuh benih-benih kebaikan untuk kepentingan bersama.

“Itulah inti dari ‘Mindfulness-Based Business’. Sebuah konsep bisnis yang tak sekadar mengejar profit, tetapi juga menumbuhkan benih kebaikan untuk masyarakat,” ucap Sudhamek yang juga anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) periode 2017–2022.

Pria kelahiran Rembang, 20 Maret 1956 itu menuturkan, konsep berbisnis dengan hati tak berlaku untuk kalangan pebisnis saja, tetapi juga bisa diterapkan mereka yang menjalani profesi. Karena apa yang diupayakan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Yang Mahakuasa.

“Sejatinya bisnis pun berdimensi vertikal, karena apa yang diupayakan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Yang Mahakuasa. Itulah mengapa saya beri imbuhan ‘agung’ dalam istilah mindfulness, karena ada dimensi kebersadaran transendental kepada Sang Mahaagung,” ucapnya.

Gagasan mindfulness-based business dipetakan Sudhamek menjadi 8 bab dalam bukunya. Mulai dari proses
tercetusnya pemikiran spiritualitas dalam bisnis, hingga langkah implementasi yang telah ia terapkan.

Setiap bagian disertai dengan studi kasus yang dapat memperlihatkan mindfulness practices kepada pembaca. Hal itu akan memudahkan pembaca memahami isi buku tersebut. Karena perjalanan Sudhamek yang berlatar belakang unik sebagai aktivis, pengusaha dan pejabat negara semakin memperkaya isi buku tersebut.

Ia memperlihatkan bahwa mindfulness bisa diterapkan di 4 dunia yang berbeda: komunitas bisnis, lembaga swadaya masyarakat (LSM), organisasi keagamaan dan lintas iman.serta pejabat tinggi negara.

Tren saat ini menunjukkan semakin banyak perusahaan terutama di lingkup global, yang memperkenalkan praktik mindfulness, namun masih terbatas teori dan praktik dalam program workshop dan sesi online kelas-kelas meditasi.

Praktik itu diyakini mampu meningkatkan komunikasi, kolaborasi dan energi kolektif karyawan dalam organisasi. Buku MBB menyadarkan kita sesungguhnya bahwa bisnis dan spiritualitas ternyata sangat bisa berjalan beriringan.

Direktur Kelompok Penerbit Kompas Gramedia, Suwandi S Brata menilai kehadiran buku Sudhamek memiliki momen yang tepat. Di tengah persaingan bisnis yang makin sengit, buku itu menunjukkan kepada kita bahwa praktik mindfulness seperti yang dilakukan Sudhamek tak hanya menawarkan optimistis, tapi realistis.

“Ini tentu dapat menjadi referensi bagi komunitas dunia usaha dan profesi lainnya,” ujar Suwandi.

Hadir dalam acara itu, pendiri sekaligus CEO BenihBaik.com, Andi F Noya serta Coach Yudi Candra, CEO PT Duta Sukses Dunia yang bertindak sebagai moderator. (Tri Wahyuni)