Sukses Bisnis Sulam Alis, Fanny Kini Punya Aset 1 Juta USD

0

JAKARTA (Suara Karya): Bisnis apapun jika dilakukan dengan baik, melalui proses yang panjang dan dinikmati setiap prosesnya, maka hasilnya tak kan mengkhianati kerja keras dan kerja cerdas itu.

Ungkapan tersebut layak disematkan kepada Fanny Chan, entrepreneur muda energik, cantik, humble, dan bertangan dingin dalam mengelola usaha kecantikan yang sudah terbukti hasilnya.

Wanita asal Surabaya ini, sukses menggeluti usaha kecantikan sulam alis dengan merek Van Sulam Alis & Academy.

Wanita muda ini mengelola Van Sulam Alis & Academy sejak tahun 2013 hingga sekarang. Proses bisnis dari industry kecantikan yang dikelolanya, memang tergolong unik.

Proses bisnisnya mengandalkan skill dan 100% handmade. Selain tak mudah ditiru, bisnis ini juga tetap ada demandnya karena setiap wanita pasti butuh tampil cantik dan menarik.

“Saya rasa, di era teknologi yang serba maju, bisnis jasa akan sangat menjanjikan untuk 10-20 tahun ke depan, dimana hasil dari kerja sulam alis tidak bisa diduplikasi bahkan digantikan oleh AI (artificial intelligence) sekalipun. Walaupun ilmu yang dipelajari sama, namun setiap ahli sulam alis memiliki ciri khas sendiri-sendiri. Di situ letak keunikannya,” kata Fanny Chan, wanita yang sukses membukukan asset usaha hingga 1 Juta USD tepat diusianya yang baru menginjak 28 tahun ini.

Karena keunikan itu, usaha yang dijalankannya pun membuka kategori bisnis baru di bidang kecantikan. Dan semakin membuka peluang bisnis dan minat banyak wanita untuk dapat hidup mandiri dan produktif dengan menjadi womenpreneur atau wanita pengusaha serta membantu pemerintah dalam upaya peningkatan penyerapan tenaga kerja.

Menurutnya, kondisi pasar masih sangat baik, walaupun ada penurunan sekitar 20-30% dikarenakan bisnis sulam alis sekarang sudah menjamur, namun hingga saat ini masih tergolong menjanjikan. “Sebab per 1 store masih menghasilkan omset tiga digit setiap bulannya,” katanya. Di mata Fanny, ketika suatu bidang bisnis mulai menjamur, disanalah akan terlihat siapa yang benar-benar jago dan paling kompeten akan kelihatan. “Pada akhirnya yang dapat bertahan di persaingan pasar yang semakin ketatlah yang menjadi juaranya,” katanya.

Untuk meningkatkan daya saing bisnisnya, Fanny memiliki prinsip ATM (Amati – Tiru – Modifikasi). “Segala ilmu yang saya pelajari, selalu diimplementasikan dengan ciri khas saya,” ujarnya. Disanalah letak seni bisnis sulam alis yang dijalankannya. Salah satu contohnya di dunia sulam, Fanny menciptakan beberapa tekhnik khusus yang kemudian dipublikasikan di buku “Rahasia Sulam Alis” by Fanny Chan yang tersebar di seluruh toko buku di Indonesia. Van sulam Alis bukan hanya memberikan jasa sulam alis, namun juga pelatihan khusus bersertifikat Kemendibud, dan kini mempunyai 12 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.

Langkahnya dalam mengelola usaha cukup rasional. Fanny memperhatikan bisnis orang-orang hebat yang kategorinya berbeda. “Dari situ saya coba kawinkan di bisnis saya sendiri,” katanya.

Menurutnya, seseorang harus full package apabila bisnisnya mau sukses. Ia terinspirasi dari sang Ayah yang selalu memberikan prinsip 3K, yakni Kemampuan, Kesempatan, dan Kepercayaan. “Sampai kini itu selalu saya ingat,” katanya.

Selain itu, dirinya melakukan strategi marketing unik menggunakan jaringan dokter dan tim profesional di berbagai bidang untuk update ilmu seminar workshop international di dalam dan luar negeri. Tak cuma itu, Van Sulam Alis selalu berinovasi dalam hal di treatment-treatment baru sehingga dapat me-maintenance pasien lama dan baru. Tak hanya sulam alis, Van Sulam Alis menyediakan treatment sulam eyeliner, sulam bibir, sulam wajah (bb glow & cc glow), sulam lipatan mata (double eyelid), sulam lesung pipi (dimple), dan masih banyak lainnya.

Pencapaian Wow di Usia Muda
Setelah 6 hingga 7 tahun bergelut di dunia sulam alis. Kini, tepat diusianya yang ke-28 yahun, dirinya sudah memiliki asset sebesar 1 juta USD.

Fanny berharap, ke depan dirinya mampu melebarkan sayap di bidang properti. “Saya membeli tanah beberapa hektar di beberapa daerah yang akan berkembang dan ingin membangun ruko – ruko modern minimalis. Tentunya tujuan dari saya ingin mendukung dan memajukan generasi bangsa agar lebih memiliki jiwa entreprenur. Saya sangat tidak sabar memulai pengembangan bisnis saya,” katanya.

Filosofinya dalam mengembangkan Van Sulam Alis tak lain ialah keinginan kuat untuk menggerakkan kaum wanita agar selalu tampil cantik dan berdaya, maka dirinya percaya bahwa peluang bisnis kecantikan sangat luas dan akan terus menjanjikan dibandingkan dengan bidang jenis usaha lainnya.

“Kenyataan, suatu treatment yang sedang booming, setiap wanita pasti akan berlomba-lomba mencobanya. Kalau belum mencoba bisa ketinggalan jaman atau kuno, sebab treatment kecantikan adalah salah satu topik yang melekat dan tidak dapat dipisahkan dalam pembicaraan wanita,” katanya.

Misi luhur lainnya adalah membuat wanita menjadi cantik lewat kedua tangannya. “Adalah kebahagiaan dan kepuasan tersendiri bagi saya, pertama melalui pendidikan sulam alis yang saya adakan. Kedua, Saya ingin seluruh wanita di Indonesia menjadi wanita mandiri dan kuat, sehingga dapat melakukan apapun dan bahagia atas pilihan – pilihan dan keinginan mereka, berapapun usianya dan apapun pendidikan mereka dengan menggeluti bisnis sulam alis,” katanya.

Karena itu, saat ini peluang bisnis VanSulam Alis masih terbuka lebar. “Hanya dengan investasi senilai Rp 75 juta sudah bisa jadi mitra Van Sulam Alis,” ujarnya. Adapun untuk kota dan daerahnya tergantung dari domisili dan keinginan calon mitra saat konsultasi nanti.

Sarannya kepada pengusaha pemula, bahwa bisnis sulam alis sangat mengandalkan sumber daya manusia. “Tak usah khawatir, kita harus sering melakukan promosi di dunia digital dan melakukan pemberitahuan massive ke calon customer dengan target yang tepat agar makin banyak yang tahu mengenai bisnis yang kita jalankan,” katanya.(Pramuji)