Sulsel Dorong Pemanfaatan SIN untuk Pengurusan Dokumen Digital

0
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman (empat kiri) foto bersama bupati di Sulsel yang menerima penghargaan yang memiliki catatan perekaman KTP elektronik tertinggi di Makassar, Senin (26/11/2018). (ist)

MAKASSAR (Suara Karya): Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman mendorong pemanfaatan Single Identity Number (SIN) untuk pengurusan dokumen-dokumen penting seperti paspor secara digital.

“Sudah saatnya SIN ini dipakai untuk pengurusan dokumen secara digital, sehingga masyarakat tidak perlu antre lagi atau datang ke kantor-kantor pelayanan pemerintah,” kata Andi Sudirman saat membuka Rapat Koordinasi Pendaftaran Penduduk dan Persiapan Menghadapi Pemilihan Umum 2019 Tingkat Provinsi Sulsel di Makassar, Senin (26/11/2018).

Menurut wagub di tengah era digital saat ini, meskipun sudah memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik (e-KTP), warga kadang masih saja diminta untuk mem-foto copy e-KTP mereka.

“Padahal tujuan e-KTP ini untuk mempermudah dengan pelayanan yang sudah menggunakan sistem digital,” ujarnya.

Menurut Andi Sudirman Sulaiman, SIN seharusnya sudah terkoneksi, termasuk saat pengurusan SIM, pajak, dan dokumen lain yang menjadi kewajiban warga negara. “Bahkan terkait dengan trackrecord seorang warga negara. Saya rasa ini bisa kita lakukan karena digital sistem ini akan mempermudah semuanya,” ujarnya.

Menjelang tahun politik, kata Wagub, SIN ini juga bisa menghindari adanya pemilih ganda saat pemilihan calon legislatif dan pemilihan presiden (Pilpres) yang akan dihelat April 2019.

“Masih banyak kasus terjadi, orangnya sudah meninggal, tapi masih ada undangan memilih. Ini yang harus dirapikan ke depan. Sistem digital bisa meminimalisir kesalahan yang mungkin terjadi,” imbuhnya.

Sementara itu, Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kementrian Dalam Negeri, Prof Dr Zudan Arif Fakhrulloh mengungkapkan layanan administrasi kependudukan (Adminduk) telah digeser dari manual ke digital. Misalnya, untuk membuat akte kelahiran sudah bisa dilakukan secara online, dan sudah dilaunching tiga bulan lalu.

“Untuk membuat akte kelahiran, tidak usah ke Discapil, tapi bisa diprint out dimanapun. Itu saya minta supaya direspon, dan aplikasinya sudah disiapkan, tinggal diimplementasikan,” terangnya.

Menghadapi tahun politik 2019, Prof Zudan juga mengimbau agar semua akun sosmed pegawai Discapil di seluruh Indonesia diisi dengan cerita toleransi, kebebasan berdemokrasi, dan berbagai konten kebaikan. “Yang paling penting, semua pegawai Disdukcapil promosikan Gerakan Indonesia Sadar Adminduk atau GISA. Ayo kita bergerak dari semua sudut,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Andi Sudirman didampingi Kepala Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil, Pengendalian Penduduk dan KB Sulsel Sukarniaty Kondolele menyerahkan penghargaan kepada daerah yang memiliki catatan perekaman KTP elektronik tertinggi, antara lain Kota Parepare, Makassar, Kabupaten Sinjai, Bulukumba, Soppeng, Barru, Pinrang, dan Wajo. (Achmad Otoluwa)