Suplemen dan Obat Tak Ampuh Sembuhkan Katarak, Kecuali Operasi!

0

JAKARTA (Suara Karya): Katarak atau berkabutnya penglihatan karena mengeruhnya lensa mata, merupakan kejadian alami pada seseorang diatas usia 40 tahun sebagai bagian dari proses penuaan tubuh. Kondisi itu tak terhindari, seperti hal-nya pertumbuhan uban.

Namun, Jangan terkecoh dengan klaim sejumlah suplemen atau obat-obatan yang dapat menyembuhkan katarak. Karena, tindakan satu-satunya untuk terbebas dari katarak adalah operasi.

“Fakta ini harus diluruskan kepada masyarakat. Jadi mesti takut, operasi katarak merupakan tindakan yang tak dapat dihindari oleh para penderita katarak,” kata dokter spesialis mata dari Klinik Mata Nusantara (KMN) Eye Care Cabang Kemayoran, Ricky E Rooroh di Jakarta, Senin (15/7/2019).

Hadir dalam kesempatan itu CEO KMN Eye Care, Rudy C Susilo dan artis senior, Widyawati.

Meski tak berkhasiat, lanjut Ricky, suplemen atau obat-obatan tetap laris di pasaran. Pasalnya, ketakutan akan dampak operasi mengalahkan fakta yang sebenarnya. “Bukannya sembuh, penyakitnya makin parah. Bahkan, tak sedikit orang yang kataraknya jadi mengeras, sehingga tak bisa ditangani lagi,” katanya.

Ketakutan akan operasi itu dirasakan artis senior Widyawati. Ia harus menahan rasa tidak nyaman dimatanya selama bertahun-tahun, lantaran takut operasi. “Karena kondisinya sudah parah, terutama pada mata kanan saya, setelah konsultasi pada anak akhirnya saya ambil jalur operasi,” tuturnya.

Ketakutan itu, lanjut Widyawati, ternyata tak beralasan. Dua pekan lalu, ia menjalani operasi katarak pada mata kanannya. Lalu, seminggu kemudian pada mata kirinya. “Ternyata operasinya tidak berlangsung lama dan sangat nyaman. Tak ada suntikan, jahitan, apalagi bebatan mata pascaoperasi. Bahkan bisa pulang pada hari yang sama,” ujarnya.

Ia mengaku puas atas layanan yang diberikan KMN Eye Care. Karena hasilnya luar biasa. Pandangannya bisa kembali jernih. Ibu dua anak itu juga tak perlu pakai kacamata yang sering mengganggu saat pengambilan gambar atau shooting film.

“Saya seperti terlahir kembali. Karena kabut yang saya rasakan 10 tahun belakang ini hilang seketika,” ucap istri dari mendiang aktor kawakan Sophan Sophian itu menegaskan.

Hal itu dibenarkan CEO KMN Eye Care, Rudy C Susilo. Berkat kemajuan teknologi kedokteran, operasi katarak sudah tak seperti dulu lagi. Prosedur keamanan operasi harus dipastikan dari sebelum pasien masuk ke ruang operasi.

“Di KMN, setiap pasien katarak harus menjalani sederetan pemeriksaan komprehensif sebelum menjalani operasi. Selama operasi, pasien dipantau oleh dokter spesialis anestesi, sehingga pasien merasa nyaman. Keselamatan pasien juga terjaga.

“KMN Eye Care juga didukung oleh teknologi canggih. Operasi katarak di KMN menggunakan metode fakoemulsifikasi dengan alat mutakhir buatan Amerika. Dengan alat itu, sayatan dibuat jadi teramat kecil. Sehingga proses penyembuhan pasien lebih cepat dan aman,” ujar Rudy.

Ditegaskan, KMN Eye Care hanya menggunakan lensa tanam berkualitas tinggi untuk mengganti lensa yang mengeruh (katarak) yang diambil. Lensa tanam itu memberi kualitas penglihatan yang baik pascaoperasi. Bahkan, lensa itu memiliki perlindungan terhadap sinar ultra violet.

Pada bagian akhir pertemuan, Ricky E Rooroh mengingatkan pada penderita
mata minus untuk waspadai jika terjadi penambahan minus pada kacamatanya. Karena pada orang berusia diatas 40 tahun, mata minus seharusnya tak lagi berkembang alias stagnan. Penambahan justru terjadi pada mata plus.

“Jika usia sudah 40 keatas, tapi minusnya bertambah saat diperiksa mata di optik, kemungkinan Anda terkena katarak. Segera berobat ke dokter spesialis mata untuk pemeriksaan intensif dan tangani dengan benar kataraknya,” kata Ricky menandaskan. (Tri Wahyuni)