Survei LSF 2021: Sinetron Masih Jadi Konten Televisi Paling Banyak Ditonton

0

JAKARTA (Suara Karya): Hasil survei nasional yang dilakukan Lembaga Sensor Film (LSF) 2021 menunjukkan sinetron masih menduduki posisi teratas konten televisi yang paling banyak ditonton masyarakat, sebesar 34,6 persen.

“Setelah itu, ada berita (34,1 persen), olahraga (8,7 persen), film (4,8 persen), religi (2,9 persen), talkshow (2,2 persen), reality show (2,2 persen), infotainment (1,5 persen) dan lainnya (2,1 persen)

Hal itu dikemukakan Ketua Komisi III LSF, Naswardi dalam pemaparan hasil Survei Nasional tentang Indeks Kesadaran Sensor Mandiri 2021, di Jakarta, Selasa (21/12/21).

Survei tersebut dilakukan lembaga riset, Politika Research and Consulting (PRC) pada periode 12-18 Oktober 2021. Sasaran survei sebanyak 1.202 penduduk yang tersebar di sejumlah kota di indonesia.

Merujuk pada hasil survei tersebut, LSF memberi rekomendasi kepada kementerian dan lembaga perfilman dan asosiasi televisi untuk meningkatkan kualitas penayangan konten dan film di televisi. Hal itu untuk melindungi masyarakat dari tontonan yang memberi dampak negatif.

Rekomendasi yang sama juga disampaikan kepada pihak pengelola perfilman melalui jaringan informatika, untuk memperkuat literasi publik terhadap penontonnya. Karena ada 22,9 persen penduduk yang disurvei merupakan pelanggan tontonan berbasis OTT, VoD dan media sosial.

Guna mengatasi dampak dari ‘tsunami’ tontonan yang terjadi di era media baru saat ini, lanjut Naswardi, LSF menggagas Gerakan Budaya Sensor Mandiri. Lewat gerakan tersebut, masyarakat diminta memilah sendiri tontonan sesuai dengan usia.

“Budaya sensor mandiri terus digaungkan sebagai gerakan, karena LSF tak bisa bekerja sendiri. Perlu peran serta masyarakat dan pemangku kepentingan untuk menggelorakan gerakan tersebut,” ujarnya

Hasil survey juga menunjukkan budaya sensor mandiri kian dipahami masyarakat. Sebagian besar masyarakat membimbing anggota keluarganya untuk menonton tayangan yang sesuai dengan usia, tertinggi sebanyak 78 persen ada di wilayah Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat.

“Budaya Sensor Mandiri di tingkat keluarga menunjukkan, 89 persen penduduk di Sumatera, 88 persen di Bali dan Nusa Tenggara, 87 persen di wilayah Banten, DKI, Jawa Barat, serta 87 persen penduduk di wilayah Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur menyatakan Budaya tersebut perlu lebih digiatkan,” ujarnya.

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengajak masyarakat, khususnya dimulai dari orang tua dan keluarga untuk meningkatkan Budaya Sensor Mandiri. Beberapa strategi diantaranya, lewat iklan layanan masyarakat, kerjasama dengan lembaga pendidikan dan penggunaan media sosial.

Selain sosialisasi Budaya Sensor Mandiri secara masif, keberadaan kantor perwakilan LSF di berbagai wilayah juga dirasa perlu. Hal ini ditunjukkan data dari
pendapat publik di Bali dan Nusa Tenggara sebanyak 74 persen, Kalimantan 72 persen, Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat 63 persen.

Ditambahkan, LSF meningkatkan kerja sama dengan kampus, pemangku kepentingan perfilman, lembaga negara dan kementerian untuk meningkatkan literasi masyarakat tentang pentingnya memilah dan memilih tontonan sesuai
klasifikasi usianya. (Tri Wahyuni)