Survei LSI Denny JA: Jokowi-Ma’ruf  Masih Unggul Dua Digit

0

JAKARTA (Suara Karya): Survei LSI Denny JA pasca debat pertama, menunjukkan bahwa pasangan capres/cawapres Jokowi-Ma’ruf dinilai masih unggul dua digit dari pasangan Prabowo-Sandi.

Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf berada pada angka 54.8%. Sementara elektabilitas Prabowo-Sandi sebesar 31.0%. Mereka yang belum menentukan pilihan sebesar 14.2%. Sejak bulan Agustus 2018, elektabilitas kedua pasangan calon bergerak fluktuatif dari bulan ke bulan, namun tak signifikan baik peningkatan maupun penurunannya.

Selisih elektabilitas kedua pasangan calonpun cenderung stagnan di atas 20% dengan keunggulan Jokowi-Ma’ruf.

“Unggulnya pasangan Jokowi-Ma’ruf terhadap Prabowo-Sandi didasari oleh keunggulan pada kantong-kantong pemilih penting,” ujar peneliti senior LSI, Adjie Alfaraby, di Jakarta, Kamis (7/2/2019).

Kantong penting pertama adalah kantong pemilih muslim. Pemilih muslim adalah pemilih mayoritas dengan populasi kurang lebih 85%.

Selain itu, dalam survei tersebut, menunjukkan bahwa Jokowi-Ma’ruf masih unggul di pemilih muslim dengan dukungan sebesar 49.5%. Sementara Prabowo-Sandi memperoleh dukungan sebesar 35.4%. Ada sebesar 15.1% pemilih muslim yang masih belum menentukan pilihan. Meski unggul, Jokowi-Ma’ruf hanya unggul dengan selisih di bawah 15% di kantong pemilih muslim tersebut.

Survei dilakukan pada tanggal 18 – 25 Januari 2019, dengan menggunakan 1.200 responden. Survei dilakukan di 34 Provinsi di Indonesia dengan metode multistage random sampling. Wawancara dilakukan secara tatap muka dengan menggunakan kuesioner. Margin of error survei ini adalah 2.8%.

Selain survei, LSI Denny JA juga melakukan riset kualitatif dengan metode FGD, analisis media, dan indepth interview untuk memperkaya analisa survei. Survei ini dibiayai sendiri oleh LSI Denny JA.

Kantong kedua yang penting adalah kantong pemilih minoritas. Populasi pemilih minoritas (non muslim) kurang lebih 15%. Dalam pertarungan yang ketat, populasi 15% sangat penting dan menentukan.

Survei LSI Denny JA Januari 2019 menunjukkan bahwa sementara ini Jokowi-Ma’ruf masih unggul di kantong pemilih minoritas. Dukungan terhadap Jokowi-Ma’ruf pada segmen pemilih minoritas mencapai 86.5%, dan dukungan terhadap Prabowo-Sandi sebesar 4.7%.

Hanya tersisa 8.8% pemilih minoritas yang belum menentukan pilihan. Di kantong pemilih yang kedua ini, Jokowi-Ma’ruf unggul mutlak dari Prabowo-Sandi.

“Kantong ketiga yang penting adalah pemilih wong cilik. Mereka yang dikategorikan sebagai pemilih wong cilik adalah mereka yang memiliki pendapatan rumah tangga per bulan hanya di bawah 2 juta rupiah,” kata Adjie.

Survei menunjukkan bahwa sebesar 50.3% pemilih masuk kategori ini. Data Januari 2019 menunjukkan bahwa, Jokowi-Ma’ruf unggul telak di segmen pemilih ini. Jokowi-Ma’ruf memperoleh dukungan sebesar 58.4%. Sementara Prabowo-Sandi memperoleh dukungan sebesar 24.7%. Dengan dukungan tersebut, terlihat selisih elektabilitas kedua pasangan calon mencapai di atas 30% di pemilih wong cilik. Namun masih terdapat 16.9% pemilih wong cilik yang belum menentukan pilihan.

Kantong keempat yang penting adalah kantong suara emak-emak (perempuan). Pemilih perempuan kurang lebih separuh dari populasi pemilih (50% pemilih perempuan).

“Di kantong pemilih emak-emak/perempuan, pasangan Jokowi-Ma’ruf juga unggul telak dibanding pasangan Prabowo-Sandi. Dukungan terhadap Jokowi-Ma’ruf di pemilih emak-emak mencapai 57.0%,” jelas Adjie.

Sementara dukungan terhadap pasangan Prabowo-Sandi di pemilih emak-emak sebesar 27.8%. Selisih elektabilitas kedua pasangan calon di pemilih emak-emak mencapai 30%. Ada sebesar 15.2% pemilih emak-emak yang belum menentukan pilihan.

Kantong kelima yang penting adalah kantong pemilih kalangan terpelajar. Populasi pemilih ini hanya sebesar 11.5%. Namun sekali lagi dalam pertarungan elektoral yang ketat, populasi 11.5% cukup signifikan. Selain itu pemilih kaum terpelajar cukup penting karena kemampuan mereka mempengaruhi opini publik. Di kantong pemilih ini, Prabowo-Sandi unggul dibanding pasangan Jokowi-Ma’ruf.

Dukungan Prabowo-Sandi di pemilih terpelajar mencapai 44.2%. Sementara dukungan terhadap Jokowi-Ma’ruf di kantong pemilih ini sebesar 37.7%. Meski unggul, keunggulan Prabowo-Sandi hanya di bawah 10% terhadap Jokowi-Ma’ruf di segmen pemilih ini. Ada sebesar 18.1% pemilih kalangan terpelajar yang belum menentukan pilihan.

Kantong keenam yang penting adalah kantong suara pemilih millennial. Mereka yang disebut pemilih millennial dalam survei ini adalah pemilih yang usianya di bawah 40 tahun. Data survei menunjukkan bahwa populasi pemilih ini sebesar 44.9% (45%).

Dengan populasi sebesar 45%, tentunya dukungan pemilih millennial sangat menentukan dalam pilpres nanti. Per hari ini, survei menunjukkan bahwa pasangan Jokowi-Ma’ruf masih unggul di segmen pemilih millennial.

Dukungan terhadap pasangan Jokowi-Ma’ruf sebesar 52.6%. Sementara dukungan terhadap pasangan Prabowo-Sandi sebesar 33.8%. Jokowi-Ma’ruf masih unggul dua digit dari pasangan Prabowo-Sandi di pemilih ini. Namun keunggulannya masih di bawah 20%. Mereka yang belum menentukan pilihan di pemilih millineal sebesar 13.6%.

Dari enam kantong pemilih penting di atas, dapat disimpulkan bahwa keunggulan Jokowi-Ma’ruf terhadap Prabowo-Sandi saat ini didasari pada keunggulan Jokowi-Ma’ruf di 5 kantong pemilih penting yaitu pemilih muslim, pemilih minoritas, pemilih wong cilik, pemilih emak-emak, dan pemilih millennial.

Sementara satu kantong pemilih penting lainnya yaitu pemilih kaum terpelajar, Jokowi-Ma’ruf kalah dari Prabowo-Sandi. Artinya jika dibuatkan skor dari 6 kantong tersebut, Jokowi-Ma’ruf menang 5-1 dari pasangan Prabowo-Sandi.

Dukungan kedua capres-cawapres di enam kantong pemilih penting direkam LSI Denny JA dalam serial survei sejak Agustus 2018. Dengan survei reguler sejak Agustus 2018, LSI Denny JA mempunyai data longitudinal dukungan masing-masing capres-cawapres di keenam kantong suara penting tersebut.

Di kantong pemilih muslim, dukungan terhadap Jokowi-Ma’ruf pada Januari 2019 cenderung menurun jika dibandingkan dengan survei pada Agustus 2018. Pada Agustus 2018, dukungan terhadap Jokowi-Ma’ruf di kantong pemilih muslim mencapai 52.7%.

Survei terkini di akhir Januari 2019, dukungan terhadap Jokowi-Ma’ruf di kantong pemilih Muslim sebesar 49.5%. Di sisi lain, dukungan terhadap Prabowo-Sandi di kantong pemilih Muslim cenderung meningkat jika dibandingkan data dalam 5 bulan terakhir. Pada Agustus 2018, dukungan Prabowo-Sandi di pemilih muslim hanya sebesar 27.9%.

Saat ini dukungan terhadap Prabowo-Sandi di pemilih Muslim sebesar 35.4%. Meskipun dukungan terhadap Jokowi-Ma’ruf cenderung menurun, dan dukungan terhadap Prabowo-Sandi cenderung naik, namun secara total Jokowi-Ma’ruf masih unggul di atas dua digit dari Prabowo-Sandi di kantong pemilih Muslim.

Di kantong pemilih minoritas, dukungan terhadap pasangan Jokowi-Ma’ruf justru melonjak tajam sejak September 2018. Dukungan terhadap Jokowi-Ma’ruf di pemilih minoritas rata-rata di atas 80%. Pada Agustus 2018, dukungan terhadap Jokowi-Ma’ruf hanya sebesar 47.5%. Meski saat itu tetap unggul dari pasangan Prabowo-Sandi di pemilih minoritas, namun keunggulannya hanya di bawah 5%.

Salah satu alasan saat itu yang menyebabkan dukungan terhadap Jokowi-Ma’ruf terbelah di pemilih minoritas karena dipilihnya KH Ma’ruf Amin sebagai cawapres Jokowi. Ada efek kejut dari terpilihnya KH Ma’ruf Amin di pemilih minoritas karena sang Kyai dianggap bagian dari kelompok yang menjatuhkan Ahok yang diduga menista agama. Namun pada September 2018, dukungan terhadap pasangan Jokowi-Ma’ruf di pemilih minoritas melonjak tajam dengan dukungan sebesar 81.2%. Selain karena kemampuan Jokowi-Ma’ruf meyakinkan pemilih minoritas, dukungan PA 212 kepada pasangan Prabowo-Sandi menjadi trade off bagi pemilih minoritas untuk mendukung Jokowi-Ma’ruf. Saat ini di Januari 2019, dukungan terhadap Jokowi-Ma’ruf di pemilih minoritas sebesar 86.5%. Sementara dukungan terhadap Prabowo-Sandi di pemilih minoritas hanya tersisa di bawah 5% (4.7%). Dukungan terhadap Prabowo-Sandi menurun drastis sejak dukungan PA 212 kepada pasangan ini.

Di kantong pemilih wong cilik, dalam 5 bulan terakhir, dukungan terhadap Jokowi-Ma’ruf cenderung menguat. Pada Agustus 2018, dukungan terhadap Jokowi-Ma’ruf di pemilih wong cilik sebesar 54.7%. Saat ini dukungan terhadap Jokowi-Ma’ruf di kantong pemilih ini sebesar 58.4%. Sementara dukungan terhadap Prabowo-Sandi di pemilih wong cilik cenderung stagnan.

Pada Agustus 2018, dukungan terhadap Prabowo-Sandi di pemilih wong cilik sebesar 25.2%. Kini di Januari 2019, dukungan terhadap Prabowo-Sandi di pemilih ini sebesar 24.7%. Artinya selama 5 bulan masa kampanye, Jokowi-Ma’ruf sukses mempertahankan keunggulan mereka di pemilih wong cilik. Sementara Prabowo-Sandi belum mampu merusak dominasi Jokowi-Ma’ruf di kantong pemilih wong cilik.

Di kantong pemilih emak-emak, dukungan terhadap Jokowi-Ma’ruf cenderung menguat dalam 5 bulan terakhir.  Pada Agustus 2018, dukungan terhadap Jokowi-Ma’ruf di kantong pemilih ini sebesar 50.2%.

Saat ini dukungan terhadap Jokowi-Ma’ruf di pemilih ini sebesar 57.0%. Sementara dukungan Prabowo-Sandi di pemilih ini cenderung menurun. Pada Agustus 2018, dukungan terhadap Prabowo-Sandi di pemilih emak-emak sebesar 30.0%. Saat ini di Januari 2019, dukungan terhadap Prabowo-Sandi di kantong pemilih ini sebesar 27.8%.

Di kantong pemilih terpelajar, dukungan terhadap Jokowi-Ma’ruf cenderung menurun. Di kantong pemilih ini, sejak Agustus 2018, dukungan terhadap Jokowi-Ma’ruf mengalami pasang surut dan seringkali masih kalah dari pasangan Prabowo-Sandi.

Pada Agustus 2018, dukungan terhadap Jokowi-Ma’ruf sebesar 40.4% di pemilih kaum terpelajar. Kini di Januari 2019, dukungan terhadap Jokowi di pemilih ini sebesar 37.7%. Sementara dukungan terhadap Prabowo-Sandi cenderung stabil di pemilih kaum terpelajar dalam 5 bulan terakhir. Pada Agustus 2018, dukungan terhadap Prabowo-sandi di pemilih kaum terpelajar sebesar 44.5%. Saat ini dukungan terhadap Prabowo-Sandi di pemilih kaum terpelajar sebesar 44.2%.

Di kantong pemilih millennial, dukungan terhadap Jokowi-Ma’ruf cenderung meningkat dalam 5 bulan terakhir. Pada Agustus 2018, dukungan terhadap Jokowi-Ma’ruf di pemilih ini sebesar 50.8%. Dan saat ini di kantong pemilih millennial, dukungan terhadap Jokowi-Ma’ruf sebesar 52.6%.

Di sisi lain, dukungan terhadap Prabowo-Sandi di pemilih millennial juga mengalami kenaikan. Pada Agustus 2018, dukungan terhadap Prabowo-Sandi di pemilih millennial sebesar 31.8%. Saat ini dukungan terhadap Prabowo-Sandi di kantong pemilih ini sebesar 33.8%.

Dari data longitudinal dukungan masing-masing capres-cawapres di atas, terlihat bahwa ada kecenderungan kenaikan ataupun penurunan masing-masing capres-cawapres di kantong-kantong pemilih tertentu. Pada pasangan Jokowi-Ma’ruf, dari enam kantong pemilih penting, dukungan terhadap Jokowi-Ma’ruf cenderung naik di kantong pemilih minoritas, wong cilik, emak-emak, dan millennial. Namun dukungan terhadap Jokowi-Ma’ruf cenderung turun di pemilih Muslim dan pemilih kaum terpelajar.

Sementara pada pasangan Prabowo-Sandi, selama 5 bulan masa kampanye, terjadi peningkatan dukungan di kantong pemilih Muslim dan pemilih millennial. Namun dukungan terhadap Prabowo-Sandi, menurun drastis di pemilih minoritas, dan sedikit mengalami penurunan di pemilih wong cilik dan emak-emak. Sementara di pemilih kaum terpelajar, dukungan terhadap Prabowo-Sandi cenderung stabil. (Gan)