SWA Gelar Kelulusan, Rayakan Pencapaian Gemilang di Era Disrupsi

0

JAKARTA (Suara Karya): Sinarmas World Academy (SWA) pada Jumat (26/5/22) lalu menggelar kelulusan bagi siswa angkatan 2022. Kelulusan itu dirayakan dengan meriah sebagai pencapaian gemilang di era disrupsi pancapandemi covid-19.

Sinarmas World Academy General Manager, Deddy Djaja Ria menuturkan, perjalanan berliku bermula saat para lulusan duduk di kelas 10, salah satu fase paling penting bagi 23 siswa-siswi SWA menuju ke International Baccalaureate (IB) Diploma.

“Meski belajar di era pandemi, mereka berhasil menyelesaikan International Baccalaureate Middle Years Programme (IB MYP) dan IGCSE,” tuturnya disela acara kelulusan tersebut.

Bahkan, lanjut Deddy, tiga siswa SWA memenangkan hadiah pendanaan IB MYP Student Innovators dari organisasi IB di Jenewa. Penghargaan itu diberikan krpada penemuan yang dinilai membantu menyelesaikan masalah global. “Dana yang diberikan mencapai 10 ribu dollar per siswa,” ujarnya.

Ditambahkan, MYP Personal Project menuntut para siswa untuk melakukan banyak riset, percobaan, survey, dan mengaplikasikannya secara kreatif. Para pemenang akan menggunakan dana itu untuk melanjutkan penelitian lebih lanjut.

“Hasil penelitian itu bisa digunakan untuk membangun profil akademis guna persiapan pengajuan ke universitas,” ucap Deddy.

Setelah melewati tahap MYP, lanjut Deddy, perjalanan IB Diploma dimulai. Sekitar 2 tahun, siswa secara penuh akan menjalani metode pembelajaran yang sangat menantang. Karena mereka harus terlibat aktif dalam berbagai gerakan dan organisasi, meski saat itu kondisi mobilitas dibatasi oleh pemerintah, karena sedang pandemi covid-19.

“Pencapaian itu berupa kemampuan adaptasi para siswa dalam berbagai metode pembelajaran yang berubah-ubah, pembagian waktu yang ketat, dan beragam kegiatan yang harus dilakukan di masa pandemi,” tuturnya.

“Banyak orang masih beranggapan jika nilai yang tinggi adalah satu-satunya hal yang penting. Memang, nilai adalah cara terukur yang digunakan untuk mengetahui seberapa banyak ilmu yang dikuasai siswa. Tetapi, saat ini, nilai yang bagus saja tak cukup untuk bersaing masuk ke universitas terbaik dunia,” katanya.

Menurut Deddy, ada sisi lain yang sama pentingnya dengan nilai, yaitu portfolio akademis. Universitas mencari para pembawa perubahan, yaitu siswa yang mampu menyeimbangkan antara kesuksesan akademis yang diwakili oleh nilai dan tindakan nyata di lingkungan atau komunitas sekitarnya.

“Saat bicara portfolio, maka kita bicara hasil yang didapat atau dirasakan secara langsung. Sederhananya, portfolio adalah realisasi bukti di bidang yang kita tekuni,” katanya.

Contoh dari keberhasilan portfolio itu, Deddy menyebutkan, antara lain Kyra Hendarmin Husen Lulusan SWA 2022 yang diterima di Cornell University jurusan Rekayasa Biologi dan beberapa universitas unggulan dunia lainnya.

Karir akademik Kyra dimulai sejak kelas 9. Berkolaborasi dengan teman sekelas dan sekolah, Kyra menulis sebuah manuscript tentang solusi berbasis biologi untuk menanggulangi pencemaran plastik menggunakan bakteri.

Kyra bahkan membuat laboratorium mini di rumahnya untuk melanjutkam riset tersebut, karena terkena kebijakan untuk belajar dari rumah di masa pandemi. Eksperimen lain adalah membuat bahan pengganti plastik yang ramah lingkungan dengan menggunakan campuran susu, cuka putih, dan natrium hidroksida.

Di liburan tengah tahun, Kyra mengikuti jalur akademis yang dijalaninya. Ia mendapat kesempatan berkunjung ke John Hopkins Center di Amerika Serikat untuk mengambil kursus soal genetika. Dalam kursus itu, Kyra belajar mengenai kerja mesin PCR dan Elektroforesis Gel yang merupakan teknik pemisahan molekul DNA, RNA, dan Protein yang diinginkan.

Kontribusinya lebih lanjut Kyra lakukan dengan berpartisipasi menjadi Ketua Tim Penyelenggara SWA TEDxYouth@SWA 2020. Pada 2021, ia menjadi salah satu pembicara seputar dunia laut dan mengajak para penonton untuk lebih memperhatikan alam. Kyra juga mengambil tes SAT dan mendapat nilai tinggi untuk melengkapi profil akademisnya. (Tri Wahyuni)