Syarif Hasan Wakil Ketua MPR RI, Pemerintah harus lebih menyiapkan Fasilitas Penanggulangan Covid

0

JAKARTA (Suara Karya): Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Syarief Hasan mendorong Pemerintah untuk memberikan perhatian kepada Rumah Sakit Rujukan Covid-19. Pasalnya, jumlah kasus yang terus meningkat berimbas pada pelayanan RS Rujukan yang kewalahan menampung pasien dan kekurangan fasilitas di beberapa daerah, khususnya wilayah Jawa.

Terbaru, RSUP dr. Sardjito, DI Yogyakarta merasakan kesulitan di dalam memberikan perawatan kepada pasien Covid-19 karena habisnya pasokan oksigen di RS Rujukan utama tersebut. RSUP dr. Sardjito juga mencatat, terdapat 63 pasien Covid-19 yang meninggal dunia hingga Sabtu, (3/7/2021). Kekurangan pasokan oksigen ini juga dirasakan oleh sebagian besar Puskesmas dan RS di berbagai daerah di Indonesia. Ketidak tersediaan fasilitas kesehatan oksigen dan sebagainya bahkan sudah tersebar di media asing/ luar negeri.

Ketersediaan tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) dan ruang Intensive Care Unit (ICU) di RS-RS Rujukan Jabodetabek juga sudah mulai penuh dan antri berjam-jam. Pada akhirnya, banyak pasien Covid-19 yang tidak mendapatkan kamar dan terpaksa duduk. Bahkan, ada beberapa kasus pasien gejala berat yang meninggal dunia karena terlambat tertolong disebabkan kapasitas RS Rujukan yang sudah penuh.

Syarief Hasan menyebutkan, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah setempat harus lebih siap dan memiliki tanggung jawab untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal. “Kita akan terus mendorong agar pelayanan kesehatan tetap berjalan serta fasilitas-fasilitas kesehatan yang masih kurang dan belum siap, seperti tempat tidur ICU hingga tabung oksigen dapat terus dibenahi”, ungkap Syarief Hasan.

Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat menilai, masalah ini harus diselesaikan dan “Masalah pelayanan RS Rujukan ini muncul ketika Pemerintah tidak mampu menekan penyebaran Pandemi Covid-19 sehingga RS Rujukan kewalahan menerima pasien. Pemerintah benar-benar harus lebih tegas dalam melaksanakan PPKM Darurat ini”, ungkap Syarief.

Data dari Satgas Penanganan Covid-19 menunjukkan total positif Covid-19 sejak Maret 2020 hingga hari Sabtu (3/7/2021) berjumlah 2,25 juta orang dan 60.027 orang diantaranya meninggal dunia. Kasus harian juga belum menunjukkan penurunan yang signifikan ditambah munculnya kasus varian baru Delta Covid-19 di Indonesia.

Syarief Hasan juga mendorong Pemerintah untuk memperbanyak fasilitas rumah isolasi mandiri mild moderate yang sesuai standar. “Fasilitas isolasi mandiri untuk pasien bergejala ringan dapat mengurangi beban RS-RS Rujukan sehingga RS Rujukan dapat fokus pada penanganan pasien Covid-19 dengan gejala berat saja”, usul Syarief Hasan seperti dilansir laman resmi MPR.

Politisi Senior Partai Demokrat ini mengutarakan, Pandemi Covid-19 ini harusnya menjadi pembelajaran bagi Indonesia. “Wabah ini harus menjadi warning bahwa infrastruktur dan fasilitas kesehatan penunjang harus menjadi prioritas untuk dibenahi dan diperbanyak. Kita sudah seharusnya belajar setahun sejak Maret 2020 untuk melakukan mitigasi wabah sejak awal sehingga kita tidak sibuk dan terkejut pada saat wabah sudah menyebar saat ini”, ungkap Syarief Hasan.

Ia juga berharap, program vaksinasi dapat segera menjangkau seluruh masyarakat Indonesia. “Pemerintah harus fokus di dalam penanganan kesehatan dan pemotongan laju Covid-19 terlebih dahulu. Pemerintah juga harus merespon antusias masyarakat dengan terus mengoptimalkan vaksinasi dan diharapkan antrian vaksinasi tidak menimbulkan klaster baru”, tutup Syarief. Hasan. (Agus Sunarto)