Tahun Depan, Vaksin Merah Putih Siap Diujicobakan ke Hewan

0
(Suarakarya.co.id/Tri Wahyuni)

JAKARTA (Suara Karya): Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima tim Vaksin Merah Putih di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat pada Rabu (9/9/20). Tim meminta arahan Presiden agar dapat bekerja cepat, namun tetap ikuti prosedur pengembangan vaksin yang berlaku.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Menteri Sekretaris Negara, Pratikno.

Sedangkan Tim Vaksin Merah Putih yang hadir, antara lain, Menteri Riset dan Teknologi (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito, Ketua Konsorsium Riset Inovasi Covid-19, Ali Ghufron Mukti dan Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Amin Soebandrio.

Presiden Jokowi menaruh harapan besar atas perkembangan vaksin Merah Putih. Selain untuk mengatasi pandemi corona virus disease (covid-19) di Tanah Air, keberadaan vaksin tersebut sekaligus menunjukkan kemampuan dan kemandirian bangsa dalam pembuatan vaksin sendiri.

Guna mempercepat pengembangan Vaksin Merah putih, Presiden juga sudah menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 18 Tahun 2020 tentang Tim Nasional Percepatan Pengembangan Vaksin Covid-19. Regulasi itu diharapkan dapat memperkuat sinergi dan konsolidasi semua unsur yang terlibat didalamnya.

Merujuk pada isi Keppres, tim pengembangan vaksin terdiri atas pengarah, penanggung jawab dan pelaksana harian yang dipimpin Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN), Bambang Brodjonegoro.

Jabatan Wakil Ketua I dipegang Menteri Kesehatan dan Wakil Ketua II oleh Menteri BUMN. Anggotanya terdiri dari Menteri Perindustrian, Menteri Luar Negeri, Menteri Perdagangan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Menristek Bambang Brodjonegoro usai pertemuan menjelaskan, pengembangan vaksin Merah Putih telah dimulai di Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, dengan menggunakan isolat virus dari pasien di Indonesia. Prosesnya sudah lebih dari 50 persen. Vaksin tersebut akan diujicoba ke hewan pada akhir tahun ini.

“Tahun depan, tim menargetkan agar bibit vaksin sudah diserahkan ke Bio Farma untuk formulasi dan produksi, termasuk rangkaian uji klinis dari tahap satu hingga tiga,” ujarnya.

Setelah uji klinis selesai, Bambang menambahkan, BPOM akan mengeluarkan pernyataan bahwa vaksin itu aman digunakan untuk menjaga daya tahan tubuh dari covid-19. Langkah selanjutnya adalah vaksin dibuat dalam jumlah massal oleh PT Bio Farma.

“Kami perkirakan pada triwulan keempat 2021, kita sudah mulai produksi dalam jumlah besar. Ini akan melengkapi vaksin covid-19 yang rencananya akan bekerja sama dengan pihak luar,” ucapnya.

Tim pengembangan vaksin Merah Putih akan mengajak beberapa perusahaan farmasi swasta untuk ikut memproduksi vaksin covid-19. Karena produksinya menyesuaikan dengan jumlah penduduk di Indonesia. “Kerja sama dengan perusahaan farmasi swasta sudah mulai dibahas saat ini. Jadi, saat vaksin sudah siap, tinggal jalan saja,” tuturnya.

Bambang mengatakan, Presiden meminta agar pembuatan vaksin dilakukan sesuai prosedur. Vaksin harus aman, tidak ada efek samping serta memiliki khasiat untuk memperkuat daya tahan tubuh terhadap covid-19. (Tri Wahyuni)