Tahun Ini Kemenkop Revitalisasi 53 Pasar Rakyat

0
Deputi Produksi dan pemasaran kemenkop dan UKM, Victoria Simanungkalit (Foto: Suara Karya/Sugandi)

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Koperasi dan UKM tahun ini akan melakukan revitalisasi terhadap 53 pasar rakyat yang dikelola koperasi. Dari jumlah itu, 25 unit diantaranya pasar rakyat yang berada di daerah tertinggal, perbatasan, dan pasca bencana. Selebihnya (28 unit) pasar reguler.

Demikian dikemukakan Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM, Victoria Simanungkalit, kepada wartawan, di Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Jumat (8/2/2019).

Tahun lalu, Kemenkop telah merevitalisasi pasar rakyat sebanyak 51 unit di 51 kabupaten/kota di 29 provinsi melalui Dana Tugas Pembantuan. Dari hasil monitoring yang dievaluasi terhadap pedagang pasar, terjadi peningkatan omset rata-rata 51 persen dan penyerapan tenaga kerja rata-rata 48 persen.

“Ke depan, akan dikembangkan konsep pasar tematik yang terintegrasi sesuai produk unggulan desa, serta pemanfaatan iot (internet of things). Selain itu, diharapkan dapat dianalisa data kebutuhan, jumlah dan keberadaan pasokan, misalnya pola tanam komoditas yang diatur agar panen sepanjang tahun,” ujar Victoria.

Konsep pasar tematik, kata dia, dapat mempermudah perdagangan antar-wilayah, sehingga pasar menjadi wadah peningkatan ekonomi daerah dan tujuan parawisata daerah tersebut.

Victoria mencontohkan koperasi pasar rakyat di Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes. pasar rakyat yang telah selesai dibangun itu, pengelolaannya diserahkan kepada koperasi, sesuai dengan Peraturan Menteri Koperasi dan UKM (permen) Nomor 16/Per/M.Kumkm/XII/2016 tentang Pedoman pelaksanaan Revitalisasi Pasar Rakyat Melalui Dana Tugas Pembantuan (TP) tahun 2017.

Sebagaimana diketahui, KUD Paguyangan bersama pengurus desa Taraban, melakukan kerjasama pengelolaan Pasar Grengseng. Revitalisasi pasar tersebut, selesai dan diserahterimakan pada Februari 2018.

Setelah 10 bulan koperasi mengelola pasar, pada Desember 2018, pendapatan bagi koperasi dari kios dan lapak-lapak sebesar Rp17,8 juta pertahun. Pendapatan sebesar itu, di luar dari pendapatan koperasi lainnya.

“Sedangkan pemerintah desa, memperoleh pendapatan dari pasar yang semula hanya Rp7 juta pertahun, menjadi Rp18 juta pertahun,” ujar Viktorian menambahkan.

Disamping itu, katanya, pendapatan pedagang pun ikut meningkat dari omzet semula yang hanya rata-rata Rp500 ribu/hari, menjadi Rp1 juta.

Dengan kerjasama pengelolaan pasar yang berpihak kepada pedagang, sehingga jumlah pedagang pasar tersebut meningkat, yang semula 164, bertambah menjadi 224 pedagang pasar.

Perkembangan positif ini, tentu saja diapresiasi oleh pemerintah daerah setempat. Bupati Brebes bahkan ikut berkontribusi membantu koperasi dengan memberikan bantuan dana hibah sebesar Rp50 juta dalam mengantisipasi rentenir di lingkungan pasar.

“Sehingga bagi pedagang yang menjadi anggota koperasi, apabila memerlukan modal, bisa langsung meminjam dana ke koperasi,” ujar Victoria lebih lanjut. (Gan)