Tak Mau Ketinggalan, Pemda DKI Jakarta Berikan Bonus Untuk Greysia/Apriyani

0

JAKARTA (Suara Karya) : Sukses meraih medali emas di Olimpiade Tokyo 2020, Greysia Polii/Apriyani Rahayu meraih bonus cukup deras. Usai menerima bonus dari klub asalnya PB Jaya Raya, pemerintah Provinsi DKI Jakarta hari sabtu (14/8) pagi tak ketinggalan memberikan hadiah.

Greysia/Apriyani diganjar masing-masing satu unit rumah lengkap dengan interiornya senilai Rp3,3 milyar dan Kartu Member Ancol yang berlaku seumur hidup dari Yayasan Pembangunan Jaya Raya serta PT Pembangunan Jaya Ancol. Sementara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan bonus uang tunai sebesar Rp800 juta.

Bukan hanya Greysia/Apriyani, pelatih mereka pun turut mendapat apresiasi. Eng Hian sang pelatih kepala dihadiahi uang tunai sebesar Rp200 juta, Chafidz Yusuf (asisten) sebesar Rp50 juta dan Ari Subarkah (pelatih fisik) sebesar Rp50 juta.

Acara pemberian apresiasi ini digelar di Gedung Bulutangkis Rudy Hartono, PPOP Ragunan, Jakarta Selatan. Hadir dalam acara tersebut Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, Ketua Umum PP PBSI Agung Firman Sampurna, dan Presiden Direktur PT Pembangunan Jaya Trisna Muliadi.

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan berpesan kepada Greysia/Apriyani untuk terus menginspirasi banyak orang.

“Greysia dan Apriyani perjalanan masih panjang. Bukan sebuah akhir. Ini kita teruskan karena apa yang kita kerjakan hari ini adalah inspirasi bagi begitu banyak orang. Kalau boleh usul, ceritakan latihannya, ceritakan prosesnya, ceritakan sulitnya, beratnya, tantangannya. Ceritakan sebagai inspirasi bahwa emas itu betul-betul hasil kerja panjang yang tidak sederhana,” pesan Anies.

“Bangsa ini sedang membutuhkan inspirasi lebih banyak dari orang-orang berhasil seperti anda. Kita butuhkan itu,” tegasnya.

Pada kesempatan itu juga, Anies memberikan nama sebuah gedung di kompleks PPOP Ragunan untuk didedikasikan kepada Greysia/Apriyani.

“Izinkan juga saya atas nama DKI Jakarta untuk mematrikan dua nama ini di salah satu gedung di sini dengan nama Sasana Emas Greysia/Apriyani. Biar Sasana itu menjadi inspirasi bahwa Greysia dan Apriyani digembleng dan ditempa sehingga menghasilkan emas untuk bangsa kita,” seru Anies yang disambut tepuk tangan meriah para tamu undangan.

“Bila kita bicara kemenangan maka kemenangan itu bukan hasil dari perjuangan orang per orang, walau pahlawannya adalah Greysia dan Apriyani tapi di belakangnya banyak sekali yang terlibat dalam pembinaannya. Ada pelatih, psikolog, ahli gizi dan sudah barang tentu mereka yang melakukan rekrutmen awal terhadap talenta-talenta terbaik dan melakukan pembinaan secara dini yang itu adalah PB Jaya Raya,” kata Agung dalam sambutannya.

“Saya mengibaratkan hubungan PBSI dengan klub-klub dan dan komunitas bulutangkis di seluruh Indonesia yang jumlahnya mencapai 2000 lebih sebagai suatu persahabatan. Suatu ungkapan yang terkenal dari Italia disebutkan Chi trova un’amico, trova un tesoro, menemukan sahabat itu seperti menemukan harta karun. Oleh karena itu kami mengajak untuk kita berkolabroasi, bersinergi, merekrut talenta-talenta terbaik, dan mendidik agar menghasilkan prestasi-prestasi terbaik untuk kita semua. Saya mengucapkan terima kasih untuk PB Jaya Raya dan pemerintah provinsi DKI Jakarta yang telah mendukung tumbuhnya kelompok-kelompok bulutangkis dan olahraga seperti ini,” sambung Agung.

Presiden Direktur PT Pembangunan Jaya Trisna Muliadi, mengapresiasi pencapaian Greysia/Apriyani yang berhasil meneruskan tradisi emas bulutangkis Indonesia di ajang Olimpiade. Ini menjadi medali emas keempat yang berhasil disumbangkan pemain-pemain PB Jaya Raya. Juga menjadi kado istimewa bagi PT Pembangunan Jaya yang tahun ini genap berusia 60 tahun.

“Kami dari Jaya Raya sangat berterima kasih atas prestasi yang dicapai oleh Greysia dan Apriyani karena dapat melanjutkan tradisi dari atlet binaan Jaya Raya untuk dapat menyumbangkan medali emas di Olimpiade. Ini adalah medali keempat yang diberikan atlet binaan Jaya Raya dimulai dari Susy Susanti di Barcelona 1992, dilanjutkan Candra Wijaya/Tony Gunawan di Sydney tahun 2000. Lalu Markis Kido/Hendra Setiawan di Beijing 2008 dan sekarang dari Greysia Polii/Apriyani Rahayu di Tokyo 2020,” buka Trisna Muliadi dalam sambutannya.

“Pada kesempatan ini kami ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus PB Jaya Raya yang tanpa lelah selama 24 jam dan 365 hari membina atlet-atlet dari usia 10 tahun hingga mereka cukup baik untuk diberikan ke pelatnas. Apresiasi yang setingginya kepada Ibu Retno Kustiyah, Imelda Wigoena, dan Susy Susanti. Jadi untuk ini kami sangat mengharapkan bahwa kami dapat terus membina atlet-atlet muda untuk menjadi feeder PBSI,” lanjutnya.

Trisna juga tidak lupa mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan PBSI untuk para atlet PB Jaya Raya.

“Kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas pembinaan yang dilakukan PBSI terhadap atlet-atlet yang berasal dari Jaya Raya. Mereka diberikan kepercayaan dan kesempatan oleh PBSI untuk melanjutkan karier mereka mengharumkan nama bangsa. Bila Pak Ciputra masih ada, beliau akan sangat senang dengan prestasi yang ditoreh Greysia dan Apriyani, begitu juga dengan Markis Kido yang sudah meninggalkan kita beberapa bulan lalu. Ini adalah kebahagiaan yang sangat besar dari PB Jaya Raya bahwa kami dapat bekerjasama dan berkontribusi bagi PBSI selaku induk olahraga bulutangkis,” ungkap Trisna.

“Terima kasih saya yang pertama untuk mendiang Pak Ciputra. Tanpa jasa beliau, kami semua tidak akan ada di sini dan mungkin kami tidak bisa menoreh sejarah-sejarah buat Indonesia. Hormat saya yang setinggi-tingginya untuk beliau, semoga beliau ikut senang ikut bangga dengan pencapaian putri-putri bulutangkis dari klub Jaya Raya ini,” ujar Greysia.

“Saya terharu, saya merasa emosional karena dari kecil, di sini lah tempat latihan saya. Saya bertumbuh di sini dan sangat tidak menyangka nama kami berdua bisa diabadikan di gedung ini. Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Puji Tuhan dan kami selalu ingin kembalikan ini kepada Tuhan yang sudah kasih kami kekuatan, kasih kami jalan dan kasih orang-orang dan support system yang luar biasa membantu kami mencapai hasil yang maksimal di Olimpiade. Kemenangan ini buat kita semua, kemenangan ini untuk Indonesia,” tutup Greysia. (***)