Tampil Juara Umum di Spain Masters, Prestasi Membanggakan Diraih Tim Garuda

0

JAKARTA (Suara Karya) : Indonesia berhasil keluar sebagai juara umum ajang bulutangkis Spain Masters 2021 yang diselenggarakan di Huelva, 18-23 Mei. Didominasi para pemain pelapis, tim Garuda mampu menggondol empat gelar juara dan dua runner up.

Gelar juara dipersembahkan Putri Kusuma Wardani (tunggal putri), Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan (ganda putra), Yulfira Barkah/Febby Valencia Dwijayanti Gani (ganda putri), dan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari (ganda campuran). Sementara posisi runner up diraih Chico Aura Dwi Wardoyo (tunggal putra) dan Sabar Karyaman Gutama/Moh. Reza Pahlevi Isfahani (ganda putra).

Ketua Umum PP PBSI, Agung Firman Sampurna, bangga dengan pencapaian itu. Pasalnya, prestasi pebulutangkis Indonesia yang menempatkan enam wakil di final dengan merebut empat gelar juara di ajang internasional, termasuk langka.

“Ini suatu hal yang luar biasa dan sangat membanggakan kita semua. Di Spain Masters kemarin kita memenangkan empat dari lima gelar juara. Dan ini merupakan hasil dari kerja keras kita semua,” sebut Agung kepada Tim Humas dan Media PP PBSI di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, kemarin.

“Sebenarnya yang kita kirim ke sana adalah pemain lini kedua. Jadi ini kita mempercepat proses kaderisasi di bulutangkis sehingga pemain lini pertama segera didukung oleh pemain lini kedua dan dalam waktu dekat kita juga menyiapkan pemain lini ketiga agar kita terus mempunyai stok pemain yang siap diterjunkan di turnamen nasional maupun internasional,” lanjutnya.

Agung mengungkapkan bahwa PBSI saat ini terus melakukan sinergitas semua aspek dalam proses pengembangan atlet-atletnya.

“Kita terus melakukan pemantauan secara intensif kegiatan di pelatnas, memantau juga bagaimana kondisi para atlet, semangatnya dan mood-nya. Kemudian memberikan dukungan, baik dukungan medis, sports science secara khusus, sehingga kita bisa menyiapkan strategi pengembangan atlet dengan menggunakan prinsip-prinsip kaidah sains. Juga mensinergikan upaya pelatihan dengan gizi dan hal-hal spesifik lain yang dibutuhkan untuk mengembangkan atlet secara individu maupun kelompok,” ungkap Agung.

“Pengembangan ini tentunya meliputi seluruh aspek. Pengembangan staminanya, pengembangan mentalnya, dan pengembangan fisiknya. Dan alhamdulillah upaya kami yang dilakukan dalam waktu cukup singkat tersebut itu sudah mulai membuahkan hasil,” jelas Agung.

“Dan prestasi di Spain Masters ini merupakan hasil yang baik. Mudah-mudahan ini menjadi modal bagi kami untuk bisa mendapatkan hasil yang kurang lebih sama, bahkan kalau bisa lebih baik pada event yang lebih besar,” tambah Agung.

Agung pun meminta doa semua pihak agar bulutangkis Indonesia bisa terus berjaya.

“Mari doakan kami semua. Mudah-mudahan kita betul-betul bisa membawa kejayaan ini dan kita bisa mengusung tagline kita “Bertanding Untuk Menang”,” tutup Agung.

Sementara itu tim Indonesia sudah tiba di Tanah Air pada Selasa (25/5) sore setelah melakukan perjalanan 30 jam dari Spanyol. Saat ini mereka sedang menjalani isolasi mandiri selama lima hari di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta Pusat, sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. (****)

Borong Empat Gelar, Indonesia Juara Umum Spain Masters 2021

JAKARTA (Suara Karya) : Indonesia keluar sebagai juara umum turnamen bulutangkis Spain Masters 2021. Empat gelar juara dan dua runner up berhasil disabet laskar Cipayung dalam pertandingan yang dihelat di Palacio de Deportes Carolina Marín, Huelva, Spanyol, kemarin.

Pesta tim Indonesia di turnamen berhadiah total 140 ribu dolar AS itu ditutup unggulan pertama ganda campuran, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari. Mereka sukses menundukkan pasangan Denmark, Niclas Nohr/Amalie Magelund dua gim langsung 21-18, 21-15.

Ini adalah sebuah final ideal karena mempertemukan unggulan pertama dan kedua. Tapi Rinov/Pitha mampu tampil garang dan tidak terlalu kesulitan untuk merebut gelar juara.

“Alhamdulillah kami senang dan bersyukur atas hasil ini. Kami bisa memenuhi target pribadi dan pelatih,” ujar Rinov kepada Tim Humas dan Media PP PBSI saat dihubungi dari Jakarta.

“Kami mewaspadai pemain putranya (Niclas Nohr) karena dia pernah mengalahkan kami tahun 2020. Kami mengevaluasi itu dan mencari strategi terbaik untuk mengalahkan mereka. Tadi kami manfaatkan benar celah kelemahannya,” lanjut Rinov.

Rinov/Pitha memang pernah dikalahkan Niclas Nohr di babak pertama Thailand Masters 2020 dengan skor 21-12, 16-21, 21-12. Saat itu Nohr berpasangan dengan Sara Thygesen.

Bagi Rinov, walau juara ia tidak terlalu puas dengan performanya selama turnamen dihelat.

“Saya masih merasa belum maksimal di turnamen ini. Walau juara, saya tidak cukup puas,” kata Rinov.

“Tapi beruntung saya punya pasangan seperti Tari (panggilan akrab Pitha Haningtyas Mentari). Saya apresiasi penampilannya yang sedang on fire. Saya berharap dia bisa konsisten seperti itu dan saya juga akan terus memperbaiki penampilan,” tutur Rinov.

Rinov/Pitha sangat menyadari bahwa kemenangan ini sangat penting bagi karier mereka ke depan.

“Kemenangan ini penting bagi kami. Ini bisa mengembalikan kepercayaan diri kami yang sempat menurun. Keputusan yang tepat memang kami turun di sini,” kata Pitha.

“Gelar juara ini untuk semua yang sudah mendukung kami, terus percaya pada kami dan semoga kami bisa lebih berprestasi ke depannya juga lebih siap bila harus turun kembali di level atas,” tutup Pitha. (***)