Tanoto Foundation Ajak Gen Z Rancang Masa Depan Bangsa

0

JAKARTA (Suara Karya): Tanoto Foundation (TF) berkolaborasi dengan pemerintah menggelar perhelatan bertajuk ‘Kuliah-Kerja Fest! 2022 yang mengajak generasi (Gen) Z dalam merancang masa depan bangsa, khususnya di bidang pendidikan tinggi.

Karena data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Sensus Penduduk 2020 menunjukkan, gen Z yang lahir pada tahun 1997 hingga 2012 adalah kelompok terbesar dalam struktur populasi Indonesia. Jumlahnya mencapai 75,49 juta orang atau 27,94 persen.

“Jumlah yang besar ini harus kita ajak bicara untuk keberhasilan pembangunan Indonesia di masa depan,” kata Head of Leadership Development and Scholarship Tanoto Foundation, Aryanti Savitri disela kegiatan di Jakarta, Kamis (27/10/22).

Perhelatan tersebut dibuat karena komitmen TF dalam pembentukan calon-calon pemimpin Indonesia di masa depan. Keterlibatan pemuda sejak awal akan mendorong keberhasilan tersebut.

“Kegiatan ini bagian dari Program
TELADAN (Transformasi Edukasi untuk Melahirkan Pemimpin Masa Depan) yang sedang dijalankan Tanoto Foundation,” ujarnya.

Ditambahkan, festival tersebut terselenggara berkat dukungan dari Direktorat Pendidikan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Pembangunan Nasional (PNN/Bappenas), serta Tim Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek).

Festival bertema ‘Mimpi Pendidikan Tinggi Indonesia Tahun 2025-2045’ itu juga dihadiri kalangan dunia usaha dunia industri (DUDI) dan perwakilan perguruan tinggi. Hasil diskusi akan menjadi sumbangan pemikiran untuk pendidikan tinggi Indonesia di masa depan.

Aryanti menjelaskan, kegiatan dimulai dengan survei online yang melibatkan sekitar 2000 pelajar dan mahasiswa Gen Z dan Gen Alpha. Selanjutnya digelar kompetisi menulis dan kompetisi video pendek.

Survei dan kompetisi diadakan untuk memberi kesempatan kepada pelajar dan mahasiswa guna berbagi pemikiran dan ide-ide untuk pendidikan tinggi Indoneaia di masa depan.

Diskusi dibuat dalam dua sesi. Pertama terbatas untuk menilik sisi harapan jangka panjang Gen Z dan Gen Alpha tentang pendidikan tinggi dalam aspek akses, relevansi, daya saing, dan tata kelola perguruan tinggi.

Kedua, dari perwakilan dunia usaha dunia industri untuk menanggapi hasil diskusi
perwakilan pelajar dan mahasiswa. Hasilnya akan menjadi rekomendasi ke tim Bappenas tentang masa depan pendidikan tinggi Indonesia dari perspektif dunia usaha dunia industri. (Tri Wahyuni)