Targetkan 75 Ribu Guru, Pusdatin Kemdikbud Kembali Gelar ‘Pembatik’

0

JAKARTA (Suara Karya): Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) kembali menggelar program Pembelajaran Berbasis TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) atau ‘Pembatik’. Peserta tahun ini ditargetkan mencapai 75 ribu guru.

“Peserta Pembatik 2020 sebanyak 60 ribu guru. Tahun ini akan ditingkatkan menjadi 75 ribu guru. Sehingga makin banyak guru kita yang akrab dengan teknologi informasi,” kata Kepala Pusdatin Kemdikbud, Muhammad Hasan Chabibie dalam keterangan pers, di Jakarta, Rabu (7/4/2021).

Hasan Chabibie menjelaskan, Pembatik dilanjutkan lagi tahun ini, karena hasil evaluasi menunjukkan program tersebut mampu mendorong guru membuat beragam konten pembelajaran berbasis TIK. Konten pembelajaran semacam itu dibutuhkan guna membuat pembelajaran jarak jauh (PJJ) lebih menarik minat para siswa.

“Pembelajaran tatap muka (PTM) memang tak dapat digantikan oleh pembelajaran jarak jauh (PJJ). Tetapi, sisi positif dari PJJ adalah baik guru maupun siswa jadi akrab dengan teknologi,” tuturnya.

Kedekatan guru dengan teknologi, menurut Hasan Chabibie tak boleh dihilangkan begitu saja, saat sekolah mulai melaksanakan PTM. Alasannya, kemahiran dalam TIK adalah bagian dari pendidikan abad 21.

“Meski sekolah tatap muka akan dilaksanakan lagi, pembuatan konten-konten pembelajaran berbasis TIK tetap dibutuhkan. Supaya pembelajaran di sekolah menjadi lebih menyenangkan. Siswa akan lebih bersemangat jika pembelajaran diberikan lebih variatif, dibanding guru sekadar berbicara di depan kelas,” katanya.

Ditanyakan guru peserta Pembatik 2020 yang tak terpilih sebagai 40 peserta terbaik ikut lagi Pembatik 2021, Hasan Chabibie mengatakan, hal itu dimungkinkan. “Boleh saja ikut lagi. Sehingga materi pembelajarannya bisa dipahami lebih baik,” ucap Hasan.

Ditambahkan, program Pembatik 2021 tidak mensyaratkan hal yang spesifik. Program tersebut dapat diikuti guru pegawai negeri sipil (PNS) maupun non-PNS. Baik guru negeri maupum guru swasta, bahkan guru honorer. Program itu juga bisa diikuti guru dari berbagai macam mata pelajaran.

“Guru yang berminat ikut Pembatik 2021 bisa mendaftar segera via website resmi Pusdatin. Program Pembatik 2021 akan diluncurkan pada 15 April mendatang. Peserta akan mengikuti pembelajaran secara daring mulai April hingga Oktober.2021,” ujarnya.

Soal minat siswa mengakses Portal Rumah Belajar, Hasan Chabibie mengatakan, trafiknya menunjukkan peningkatan dari hari ke hari. Bahkan saat ini tercatat ada 200 juta kali diakses masyarakat.

“Kami berharap Portal Rumah Belajar bisa diakses seluruh siswa di Indonesia. Karena beragam model pembelajaran ditampilkan mulai dari video, komik hingga grafis untuk memperkuat materi pembelajaran. Semua itu bisa diakses secara cuma-cuma alias gratis,” ucapnya.

Akses tertinggi, lanjut Hasan Chabibie, masih pada sumber pembelajaran dan pembahasan materi soal pembelajaran. Selanjutnya pada permainan atau games. “Keberadaan portal Rumah Belajar diharapkan dapat membantu siswa memahami pembelajaran saat harus belajar dari rumah,” katanya menandaskan. (Tri Wahyuni)