Targetkan Wisman dari Timor Leste, Festival Cross Border Atambua Diramaikan 20 Ribu Penonton

0

Jakarta (Suara Karya): Festival Cross Border Atambua yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Belu sukses mengajak sekitar 20.000 penonton menyanyi bersama di Lapangan Simpang Lima, Atambua, Belu, NTT Sabtu malam (28/7).

Penampilan dari musisi Timor Leste, Ego Lemos, dan Kikan mantan vokalis band Cokelat berhasil mengundang penonton dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga wisatawan mancanegara (wisman) dari Timor Leste untuk datang.

Festival Cross Border Atambua 2018 merupakan salah satu perwujudan Nawa Cita ke-3 Presiden Joko Widodo yaitu membangun Indonesia dari pinggiran, dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata I Gde Pitana, Festival Cross Border Atambua 2018 mengatakan event tahunan ini selalu mendapatkan sambutan luar biasa dari masyarakat lokal dan wisatawan baik wisman dari Timor Leste maupun wisnus.

“Kita ingin meningkatkan kunjungan wisman, khususnya pasar Timor Leste lewat pos-pos pintu perbatasan. Khususnya yang ada di NTT melalui 3 Pos Lintas Batas Negara (PLBN). Yaitu PLBN Mota’ain di Belu, PLBN Motamasin Malaka, dan PLBN Wini di Timor Tengah Utara. Juga melalui 6 PLB lainnya,” kata I Gde Pitana.

Festival Cross Border Atambua ini dibuka dengan sambutan dari Wakil Bupati Kabupaten Belu, Johannes Andreas Prihatin; Guruh Soekarno Putra, Kepala Dinas Pariwisata Prov. NTT Marius Jelamu, dan Perwakilan Asdep Pemasaran I Regional III Kemenpar, Hendry Noviardi. Acara dibuka dengan penabuhan drum bersama.

Pada event ini juga diumumkan pemenang dance competition yang dilaksanakan pada hari pertama (27/07). Juara pertama dari dimenangkan Doovan Crew dari Kupang, Posisi kedua ditempati Sanggar Fatara dari Kefamananu, dan juara ketiga diraih oleh Edura Dance dari Timor Leste yang telah menghadirkan bendera Indonesia dan Timor Leste sebagai simbol persahabatan kedua negara. Menurut Kabid Area II (Wilayah Nusa Tenggara) Kemenpar, Hendry Noviardi hal ini membuktikan jika Festival Cross Border Atambua gaungnya terdengar hingga negara tetangga.

“Kehadiran peserta Timor Leste membuat kompetisi semakin seru. Penonton juga antusias,” kata Hendry.

Menteri Pariwisata Arief Yahya, menyambut baik pelaksanaan Festival Cross Border Atambua. Menurutnya potensi mendatangkan wisatawan dari negeri tetangga cukup terbuka.

“Acara ini mempunyai nilai yang bagus. Karena, dilaksanakan di daerah perbatasan dengan negeri tetangga. Musisi yang tampil juga sudah punya nama. Dan bisa menjadi daya tarik bagi masyarakat Timor Leste untuk datang ke Atambua. Potensi-potensi wisatawan perbatasan harus terus digali. Harus disiapkan beragam atraksi untuk menggoda mereka,” kata Menpar Arief.

Acara Festival Cross Border Atambua 2018 ini merupakan salah satu event yang diselenggarakan Kemenpar di NTT di antara puluhan event lainnya. (Devita)