TAVI, Inovasi Baru Atasi Kelainan Katup Jantung Tanpa Operasi.

0
Foto: Suarakarya.co.id/Tri Wahyuni.

JAKARTA (Suara Karya): Berkat teknologi kedokteran yang makin maju, kelainan pada katup jantung kini bisa dilakukan tanpa operasi. Pasien hanya butuh waktu 1 minggu untuk kembali beraktivitas seperti semula.

“Proses pemulihan pada operasi terbuka butuh waktu 1-3 bulan, tetapi pada TAVI hanya 1 minggu,” kata Wakil Ketua Siloam Heart Instutite (SHI), RS Siloam Kebon Jeruk, dr Antono Sutandar SpJP-K dalam diskusi media, di Jakarta, Jumat (1/3/2019).

Dr Antono dalam kesempatan itu didampingi tim dokter SHI yaitu dr Maizul Anwar, SpBTKV dan dr Reynold Agustinus Manulang, SpJP.

Namun, diakui Antono, kendala pada TAVI pada biayanya yang masih terbilang sangat mahal. Padahal TAVI bisa menjadi salah satu solusi meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Terutama para pasien kelainan katup jantung.

“TAVI tampaknya sulit masuk dalam daftar layanan yang ditanggung BPJS Kesehatan. Biayanya masih mahal, meski efektif dalam mengatasi kelainan katup jantung,” ujarnya.

Ia menyebutkan, prevalensi penderita kelainan katup jantung yang meningkat, seiring dengan pertambahan usia. Pada kelompok usia 60-69 tahun, jumlahnya sekitar 1 persen dari jumlah penduduk. Angkanya naik menjadi 9,8 persen pada kelompok usia 80-89 tahun.

“Organ jantung ikut menua, seiring dengan pertambahan usia. Apalagi pada bagian katup jantung, yang bertugas tanpa henti memompa dan menyedot darah untuk dialirkan ke seluruh tubuh. Jika katup sudah aus, maka kerja jantung menjadi berat,” tuturnya.

Karena itu, penderita kelainan katup jantung akan mengalami sesak nafas berkepanjangan. Sesak nafas itu terjadi, bahkan saat melakukan aktivitas ringan seperti duduk atau berjalan biasa.

“Tak semua sesak nafas mengalami kelainan katup jantung. Sesak nafas juga bisa terjadi jika paru-paru terkena infeksi. Untuk itu, segera pergi ke dokter untuk memastikan kondisinya,” katanya.

Ditanya soal biaya, dr Antono menyebut biaya keseluruhan yang mencapai Rp650 juta. Dana terbesar untuk pembelian katup buatan sebesar Rp550 juta. Proses operasi berlangsung hanya 2 jam saja.

“Jika dibandingkan operasi TAVI di Singapura, biaya kita lebih murah. Disana bisa Rp1,2 miliar,” ucapnya menandaskan. (Tri Wahyuni)