Tebar Beasiswa di Timor Leste, STP Trisakti Tingkatkan Kuota Mahasiswa Asing

0

JAKARTA (Suara Karya): Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti gencarkan peningkatan kuota mahasiswa asing lewat beragam kerja sama. Tahun lalu, ada empat mahasiswa asing datang dari Timor Leste dan Jepang.

“Tahun ini kami menargetkan mahasiswa asing dari Malaysia dan Brunei Darussalam. Rencana kerja sama akan dilakukan pekan depan,” kata Ketua STP Trisakti, Fetty Asmaniati saat audensi dengan empat mahasiswa Timor Leste dan Jepang, di ruang kerjanya, Rabu (4/1/23).

Tiga mahasiswa STP Trisakti asal Timor Leste itu adalah Erna Fraga da Silva, Ilda Xavier Noronha Marques, dan Adalgisa Auxiliadora Aparicio Amaral. Sedangkan Sakura Wakai adalah mahasiswa program beasiswa satu tahun dari Ritsumeikan Asia Pasific University, Jepang.

Fetty menjelaskan, kehadiran mahasiswa asing di STP Trisakti berawal dari keikutsertaannya dalam program pertukaran mahasiswa Darmasiswa, yang digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) pada 2017.

“Cukup banyak mahasiswa asing dari berbagai negara di dunia mengambil kuliah selama 1 tahun di STP Trisakti. Program tersebut berjalan hingga 2019,” ujarnya.

“Keberadaan mahasiswa asing ini selain memenuhi persyaratan dari Kemdikbudristek, juga memberi nilai tambah pada STP Trisakti. Kampus kami jadi lebih dikenal di mancanegara, sebagai salah satu kampus pariwisata terbaik di Indonesia,” ujarnya.

Hal senada dikemukakan Wakil Ketua III STP Trisakti, Ismeth Emier Osman. Ismeth menjelaskan, program kerja sama dengan pemerintah Timor Leste tersebut dilakukan pada pertengahan 2022. STP menggelar seleksi program beasiswa yang diikuti ratusan siswa di Timor Leste.

“Dari hasil seleksi diputuskan menerima tiga terbaik. Beasiswa diberikan selama 4 tahun masa kuliah,” ujarnya.

Ditanya apakah target mahasiswa asing yang akan diterima tahun ini, Ismeth mengatakan, pihaknya tidak menetapkan target. Kuota disesuaikan dengan permintaan dari pihak asing.

“Karena kami hanya memberi beasiswa kuliah, sementara biaya hidup ditanggung mahasiswa masing-masing. Besaran beasiswa pun beragam, mulai dari 100 persen hingga terendah 50 persen,” tuturnya.

Kendati demikian, Ismeth menambahkan, STP berupaya menarik sebanyak-banyaknya mahasiswa asing baik melalui program beasiswa maupun reguler. Dengan demikian, nama STP Trisakti bisa menjadi salah satu perguruan tinggi bereputasi internasional.

Ditegaskan, STP Trisakti tidak mematok biaya kuliah tinggi untuk mahasiswa asing. Biayanya sama seperti program reguler lainnya. Hal itu diharapkan dapat menarik minat mahasiswa asing kuliah di STP Trisakti.

“Program beasiswa dibuat dengan pertimbangan pola kerja sama. Menyesuaikan dengan misi dari negara masing-masing dalam peningkatan kualitas sumber daya manusianya,” katanya.

Rencana kerja sama antara STP Trisakti dengan Vietnam dan Kamboja juga sudah dilakukan. Namun kesepakatan itu belum terealisasi, karena kedua negara tengaj kesulitan dan penyediaan dana operasional bagi mahasiswa yang akan dikirim ke Indonesia. (Tri Wahyuni)