Suara Karya

Terapkan 6 Layer Proteksi, BPJS Kesehatan Jamin Keamanan Data Peserta JKN!

JAKARTA (Suara Karya): Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menerapkan 6 layer proteksi, guna menjamin keamanan data peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Peserta JKN tak perlu khawatir saat mengisi data pada sejumlah aplikasi yang dikembangkan BPJS Kesehatan. Data tersebut kami pastikan aman,” kata Direktur Teknologi Informasi (TI) BPJS Kesehatan, Edwin Aristiawan di Bali, Rabu (6/3/24).

Pernyataan Edwin disampaikan dalam acara bertajuk ‘The 17th ISSA International Conference On Information And Communication Technology In Social Security (ICT 2024). Acara yang berlangsung 6-8 Maret 2024 itu dihadiri 300 partisipan dari 71 negara.

Sebagai informasi, ISSA adalah organisasi internasional terkemuka di dunia yang beranggotakan institusi jaminan sosial, departemen/lembaga, pemerintah, dan institusi lain pengelola satu atau beberapa bidang jaminan sosial.

Edwin menjelaskan, Program JKN yang diluncurkan sejak 10 tahun lalu telah mengelola data yang sangat besar. Ada 112 juta transaksi data berlangsung setiap harinya dalam ekosistem Program JKN atau 1.296 transaksi data per detik.

“Dari keseluruhan itu ada 397,8 miliar row data, yang mencakup data kepesertaan, pelayanan kesehatan dan iuran,” ucap Edwin.

Mengelola data yang sangat besar, lanjut Edwin, dibutuhkan keamanan data yang semakin tinggi. BPJS Kesehatan telah menerapkan 6 layer proteksi atas keamanan data, dimulai dari parameter keamanan, keamanan jaringan, keamanan endpoint, keamanan di elemen manusia, keamanan terhadap aplikasi hingga keamanan atas data yang dimiliki.

Digitalisasi terhadap berbagai pelayanan di BPJS Kesehatan, menurut Edwin tidak bisa diabaikan. Karena hal itu menjadi tuntutan masyarakat di era digital saat ini.

“Digitalisasi terhadap pelayanan dapat memastikan keterjangkauan layanan kesehatan berkualitas bagi seluruh penduduk, sehingga Indonesia bisa mencapai Universal Health Coverage (UHC),” katanya.

Implementasi Program JKN saat ini telah ditunjang dengan infrastruktur digital yang mumpuni. Inovasi berbasis digital, pengelolaan data sampel dan didukung pengelolaan ‘command center’ yang baik menjadi salah satu tonggak penting untuk penyelenggaraan Program JKN yang optimal.

“Pengembangan kompetensi digital dalam memperkuat penyelenggaraan jaminan kesehatan menjadi penting, termasuk penerapan teknologi baru seperti Artificial Intellegent (AI),” ucapnya.

Tak hanya itu, Edwin juga menekankan pentingnya tata kelola data kesehatan guna memastikan pengelolaan data yang aman, efisien, serta menumbuhkan kepercayaan dan integritas dalam perlindungan data pribadi dalam ekosistem layanan kesehatan.

Dalam kesempatan yang sama, Edwin memperkenalkan berbagai inovasi berbasis digital yang diluncurkan BPJS Kesehatan. Salah satu inovasi yang diunggulkan adalah aplikasi Mobile JKN.

“Inovasi itu telah mengubah pengalaman peserta di fasilitas kesehatan, yaitu mengurangi waktu tunggu di rumah sakit yang sebelumnya sekitar 6 jam menjadi 2,5 jam saja,” katanya.

Aplikasi Mobile JKN juga memungkinkan peserta untuk mengakses riwayat pelayanan kesehatan mereka dalam 12 bulan terakhir melalui i-Care JKN.

“Dokter dan peserta dapat melihat riwayat kunjungan, tindakan medis, dan obat yang diberikan fasilitas kesehatan dalam 12 bulan terakhir. Sehingga dokter bisa memberi pelayanan yang cepat dan tepat,” tuturnya.

BPJS Kesehatan juga menghadirkan layanan digital yang bisa diakses peserta untuk kebutuhan informasi pelayanan dan pengaduan, seperti Chat Asisstant JKN (CHIKA), Pelayanan Administrasi melalui Whatsapp (PANDAWA), Voice Interractive JKN (VIKA) hingga BPJS Kesehatan Care Center 165.

Di bagian pendaftaran, BPJS Kesehatan juga menghadirkan layanan E-Dabu yang bisa dimanfaatkan badan usaha untuk mendaftarkan pekerjanya menjadi peserta JKN.

“BPJS Kesehatan juga memiliki berbagai inovasi lainnya, seperti skrining riwayat kesehatan, yang bertujuan untuk preventif bagi peserta JKN terhadap penyakit kronis. Ada telemedicine yang memudahkan peserta JKN untuk berobat jarak jauh,” katanya.

Dalam bagian akhir pemaparannya, Edwin berharap inovasi digital yang dikembangkan BPJS Kesehatan menghadirkan sistem layanan kesehatan yang mudah bagi seluruh peserta JKN. (Tri Wahyuni)

Related posts