Terdampak Covid-19, PT Sepatu Bata Perkuat Penjualan di Online

0
(Suarakarya.co.id/Tri Wahyuni)

JAKARTA (Suara Karya): Pandemi corona virus disease (covid-19) menjadi momentum bagi PT Sepatu Bata untuk memperkuat penjualan online. Tak hanya ada dalam flatform e-commerce seperti Shopee, Lazada, Bukalapak, Zilingo, Blibli dan Tokopedia, tetapi juga membuka webstore sendiri bernama Bata.id.

“Webstore Bata.id dibuat khusus untuk penawaran produk baru (new arrival) dan produk dengan penjualan terbaik (best-selling),” kata Direktur PT Sepatu Bata, Hatta Tutuko dalam keterangan pers usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan pada Kamis (27/8/20).

Hatta dalam kesempatan itu didampingi jajaran direktur lainnya, yaitu Susan Amin.

Selain itu, lanjut Hatta, pihaknya juga mengembangkan program ‘chatshop’, dimana pelanggan dapat memesan produk Bata yang ada di 300 toko Bata di seluruh Indonensia. Proses pemesanan dilakukan melalui chat whatsapp (WA).

“Penjualan online membantu kami tetap bertahan di era pandemi. Karena, hampir semua toko ritel milik kami harus ditutup saat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Maret 2020 lalu. Pandemi memberi dampak yang luar biasa terhadap bisnis,” ucapnya.

Karena itu, lanjut Hatta, RUPS memutuskan sepenuhnya keuntungan tahun lalu menjadi laba ditahan. Sehingga tahun ini tidak ada pembagian dividen.

“Tahun ini kerugian bersih mencapai Rp8 miliar, padahal di semester pertama tahun lalu perusahaan masih mampu membukukan laba bersih hingga Rp2,5 miliar. Untuk capaian semester pertama tahun ini belum bisa dijabarkan, karena masih menunggu keterangan resmi dari Bursa Efek Indonesia,” ujarnya.

Hal senada dikemukakan Direktur Susan Amin. Meski penjualan online memberi masukan secara finansial, namun perusahaan tetap akan fokus pada penjualan offline. “Pandemi telah mengubah gaya orang dalam berbelanja. Kini orang mulai menahan diri untuk tidak konsumtif. Ini tantangan bagi kami bagaimana membuat produk yang tetap menarik untuk dibeli,” ujarnya.

Susan menyebut upaya pemulihan bisnis dilakukan dengan menerapkan 4 langkah penting. Pertama, bagaimana melindungi karyawan dan pelanggan yang loyal. Kedua, melanjutkan operasi bisnis dengan biaya semininal mungkin. Ketiga, memaksimalkan penjualan, kas dan keuntungan secepat mungkin. Keempat, mendapat keunggulan kompetitif dan pangsa pasar.

“Upaya ini memang tidak mudah, tetapi harus kita kita lakukan. Karena pandemi tidak saja berpengaruh pada PT Sepatu Bata saja, tetapi bisnis lainnya di Indonesia dunia. Semoga kondisi ekonomi cepat pulih,” kata Susan menegaskan.

Agenda lain dalam RUPS PT Sepatu Bata terkait perubahan susunan direksi dan dewan komisaris. Untuk susunan direksi, posisi Presiden Direktur dijabat oleh Inderpreet Singh Bhatia. Ada 4 posisi direktur berada dibawahnya, yaitu Piyush Gupta, Ricardo Lumalessil, Hatta Tutuko dan Susan Amin.

Untuk Presiden Komisaris, disebutkan, posisi itu dijabat Rajeev Gopalakhrishnan. Sedangkan posisi komisaris dijabat oleh Shaibal Sinha dan Agus Nurudin. (Tri Wahyuni)