Terjadi Ledakan Besar Kasus Covid-19 di Tanah Air, Angkanya Capai 1.240

0
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. (suarakarya.co.id/ist)

JAKARTA (Suara Karya): Terjadi lonjakan besar kasus penularan virus corona diseases (covid-19) di Indonesia hari ini, Rabu (10/6/20). Tercatat, kenaikan pasien positif covid-19 mencapai angka 1.240 kasus, dari sebelumnya 33.076 menjadi 34.316 kasus.

Sementara pasien positif covid-19 di dunia hingga kini belum juga surut. Total pasien hari ini mencapai mencapai 7.241.079 kasus. Dengan demikian, ada penambahan 119.379 kasus dibanding sebelumnya.

Tentang ODP (Orang Dalam Pemantauan) hari ini terjadi kenaikan kasus lagi sebanyak 5.551 kasus, dari sebelumnya 38.394 menjadi 43.945 kasus. Pada kasus PDP (Pasien Dalam Pengawasan) juga terjadi kenaikan 134 kasus, dari 14.108 menjadi 14.242 kasus.

Dijelaskan, orang berstatus ODP belum menunjukkan gejala sakit, namun memiliki riwayat kontak dengan orang diduga positif covid-19. Sedangkan PDP adalah orang yang memiliki riwayat gejala covid-19 seperti demam, batuk, sesak napas dan sakit tenggorokan. PDP sudah observasi medis pada saluran pernapasannya.

“Kendati demikian, kasus baru pasien positif covid-19 hari ini terjadi lonjakan lagi hingga 1.240 kasus dibanding sebelumnya.Terbanyak ada di Jawa Timur yang mencapai 273 kasus baru,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam keterangan pers, di Jakarta, Rabu (10/6/20).

Tentang 1.240 kasus positif covid-19 baru di Indonesia, Yuri menyebutkan, DKI Jakarta ada kenaikan 148 kasus baru, Banten 35 kasus, Yogyakarta ada 1 kasus dan Jawa Barat ada 58 kasus baru.

Sementara itu di Jawa Tengah ada 139 kasus baru hari ini, Jawa Timur sebanyak 273 kasus, Bali 32 kasus, Nusa Tenggara Barat 27 kasus, dan Nusa Tenggara Timur ada 2 kasus baru.

Ditambahkan, ada 2 kasus baru di Aceh, sedangkan Sumatera Utara ada 17 kasus baru, Provinsi Riau tidak ada kasus baru, Kepulauan Riau juga tak kasus baru, Sumatera Barat ada 14 kasus baru, Jambi ada laporan 2 kasus baru, Bengkulu tidak ada kasus baru.

Dari Sumatera Selatan dilaporkan ada 41 kasus baru hari ini, Lampung ada 2 kasus dan Bangka-Belitung ada 2 kasus.

Untuk wilayah Kalimantan Utara tidak ada penambahan kasus baru, Kalimantan Timur ada 11 kasus, Kalimantan Barat ada 11 kasus baru, Kalimantan Tengah ada 15 kasus, sedangkan Kalimantan Selatan ada penambahan 127 kasus.

Provinsi lainnya adalah Sulawesi Utara tidak ada kasus baru, Gorontalo 6 kasus, Sulawesi Selatan ada 189 kasus, Sulawesi Tengah tidak ada kasus baru, Sulawesi Barat ada laporan 1 kasus baru, Sulawesi Tenggara ada 3 kasus.

Untuk wilayah Maluku Utara terjadi penambahan 37 kasus baru, Maluku 13 kasus, sedangkan Papua Barat sebanyak 8 kasus dan Papua dilaporkan ada penambahan 29 kasus baru.

Soal korban meninggal dunia, Yuri menyebutkan, hari ini ada penambahan sebanyak 36 orang. Dengan demikian, jumlah total pasien meninggal menjadi 1.959 orang. Sedangkan pasien sembuh bertambah 715 hingga total menjadi 12.129 orang.

Yuri menegaskan, penambahan pasien sembuh covid-19 hingga total hari ini 12.129 orang menunjukkan covid-19 bisa disembuhkan dan dicegah. Untuk itu Pemerintah mendorong masyarakat terlibat aktif dalam memutus mata rantai penularan covid-19 di lingkungan kerja dan tempat tinggal.

Ia meminta kepada masyarakat untuk terus menjalin kekompakan dalam upaya pencegahan dan penanganan covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan dan anjuran pemerintah.

“Pastikan kita tidak tertular atau tidak menulari. Hargai dan bantu mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri. Jangan pernah bersikap diskriminasi kepada pasien yang sudah sembuh. Dan yang tak kalah penting, kita tidak boleh menolak jenazah pasien sebagai bagian dari kemanusiaan,” katanya.

Yuri menyebut, bentang usia pasien meninggal bekisar 45 hingga 65 tahun. Jumlah korban meninggal terdampak covid-19 itu terbilang tinggi. Ia berharap angka kematian akibat covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin.

Selain faktor usia, Yuri menambahkan, penyebab kematian sebagian besar karena penyakit bawaan. Hampir seluruh kasus meninggal karena adanya penyakit pendahulu, antara lain diabetes, penyakit jantung kronis, hingga penyakit paru obstruksi.

Yuri sekali lagi mengingatkan pentingnya menjaga jarak, hindari tempat berkumpul padat orang, cuci tangan pakai sabun, manakala ada yang sakit segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. (Tri Wahyuni)