Terjadi Perlambatan, Pertumbuhan Ekonomi 2020 Bisa Capai 2,3 Persen

0
Gedung Kementerian Keuangan. (ist)

JAKARTA (Suara Karya): Pemerintah mengungkapkan terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi tahun ini dibanding tahun lalu sebagai dampak pandemi Covid-19 sebagai dampak pandemi Covid-19. Diperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun ini hanya bisa mencapai 2,3 persen.

“Pertumbuhan ekonomi 2020 diperkirakan akan lebih lambat dari tahun sebelumnya akibat dampak COVID-19. Ekspor 2020 diprakirakan menurun akibat melambatnya permintaan dunia, terganggunya rantai penawaran global, serta rendahnya harga komoditas global,” ungkap Humas Kementerian Keuangan yang merilis hasil rapat berkala II 2020 Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada Kamis (30/04) melalui konferensi video.

Rapat itu dihadiri oleh Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia (BI), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Rapat membahas agenda utama, yaitu asesmen kondisi stabilitas sistem keuangan triwulan I – 2020.

Dijelaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang melambat diprakirakan terutama terjadi pada triwulan II dan triwulan III – 2020 sejalan dengan prospek kontraksi ekonomi global dan juga dampak ekonomi dari upaya pencegahan peyebaran COVID-19. Perekonomian nasional diprakirakan kembali membaik mulai triwulan IV – 2020 dan secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi tahun 2020 diprakirakan dapat menuju 2,3% dan akan meningkat lebih tinggi pada tahun 2021.

Selain dipengaruhi prospek perbaikan ekonomi global, dilaporkan pemulihan ekonomi nasional juga didorong berbagai kebijakan yang ditempuh Pemerintah, Bank Indonesia, dan otoritas terkait.

Selengkapnya disampaikan, asesmen atas berbagai indikator tersebut masih menunjukkan adanya risiko yang sangat tinggi mengingat penyebaran COVID-19 masih eskalatif baik di global maupun domestik. Keberhasilan langkah penganganan masalah COVID-19 ini sangat mempengaruhi berbagai risiko rambatan dampaknya ke perekonomian dan sektor keuangan.

Keberhasilan langkah penganganan masalah COVID-19 menjadi faktor penentu yang sangat mempengaruhi berbagai risiko rambatan dampaknya ke perekonomian dan sektor keuangan. Konsistensi dan kerja sama seluruh komponen bangsa menjadi faktor penting keberhasilan penanganan krisis kesehatan ini.

Menghadapi itu, KSSK akan terus melakukan koordinasi dan langkah-langkah yang ekstensif dan sinergis di bidang ekonomi dan sektor keuangan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan serta dalam upaya pemulihan ekonomi nasional dari dampak COVID-19.

“KSSK juga tetap mewaspadai potensi risiko yang berasal dari dinamika perekonomian dan pasar keuangan global serta penyebaran COVID-19 dan dampaknya terhadap perekonomian domestik dengan meningkatkan koordinasi kebijakan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan pemulihan ekonomi nasional,” jelasnya dan menyatakan bahwa KSSK akan menyelenggarakan rapat berkala kembali pada bulan Juli 2020. (Indra)